Home / Opini

Kamis, 30 Oktober 2025 - 12:38 WIB

ITU MAH DRAMA, KANG 

koransakti - Penulis

Oleh: Dedi Asikin

koransakti.co.id- Ada beberapa orang yang mengomentari tulisan saya kemarin “Andai kita memiliki 10 Purbaya,” guncangkah dunia?”.

Salah satunya yang tertulis di akun WA saya adalah Babe Ujang. Dulu, tahun 1985 an ada seorang biasa di panggil Ujang. Ia bergabung di Mandala Edisi Priangan yang saya pimpin. Tugas sesungguhnya di bagian pemasaran, cari langganan ke kantor kantor dan instansi

Tapi dia senang juga pekerja wartawan, Lalu ikut sana sini dengan wartawan. Dan dia sempat di kenal masyarakat sebagai seorang wartawan di Tasikmalaya

Tiba tiba setelah 3 tahun dia menghilang. Tak jelas kemana. Tapi tahun 2024 dia kontak melalui akun WA saya. Katanya dia ada di Yogyakarta. Rupanya waktu itu dia minggat ke kota gudeg, jadi PNS ( guru). Menikah dengan cewek Jawa dan beranak pinak. Punya beberapa anak dan cucu. Kini usianya 70an dan sudah pensiun. Komentarnya atas tulisan saya itu begini

Wah itu mah gertak sambel kang, drama, bukan drama Korea (Drakor).

Baca juga :   Rugi Bandar

Nanti juga akan hilang dengan sendirinya. Anget anget tai ayam. Di Tasik ada kata gelug ces, Anget anget tai ayam.

Wa Dia terus nyerocos dengan argumentasinya.

Katanya dari dulu kan begitu, Alus mimiti goreng tungtung

Bung Karno memang berjuang untuk kemerdekaan. Kenyang di penjara dan di buang kemana mana

Setelah merdeka gaya orator dan menina bobokan masyarakat. Tetapi di akhir kekuasannya rakyat makin melarat. Inflasi Tak ketulungan sampai 600 persen. Nilai tukar rupiah ke dollar, bagai punguk rindukan bulan. Kebijakan politik semakin menyimpang dari harapan rakyat. Ia Lebih dekat dengan komunisme dan membiarkan PKI tumbuh subur yang akhirnya memberontak dengan peristiwa G30S. Akhirnya rakyat berontak dan Sukarnopun jatuh

Demikian halnya Suharto. Pada awalnya dia berhasil membangun Ekonomi. Kita sempat mencapai swa sembada pangan

Kesalahan Suharto sebagai pemimpin dan penguasa Orde Baru adalah pemerintahan otoriter yang di ciptakan

Baca juga :   Partai UKM Indonesia, Rumah Kaum Nasionalis Inklusif

Musuh Politik di tangkapi dan di penjara. Ia juga membangun kroni dengan membiarkan Lim Soe Liong Bob Hasan dll ikut cawe cawe simbiosis mutualisme saling menguntungkan

Liem Soe Liong mendapat Perlindungan keamanan dengan mendirikan PT WARINGIN KENCANA dan kemudian Salim grup

Sementara Suharto memperoleh kekayaan dari sistem Pada akhirnya ketika Suharto tidak dapat membendung resesi ekonomi yang melanda kawasan Asia, rakyat memintanya untuk terus mundur.

Dan itulah yang terjadi. Babe Ujang terus nyerocos yang paling mengecewakan adalah presiden Joko Widodo.

Pada awalnya ia memukau dengan gaya blusukannya, keluar masuk gorong-gorong. Tenyata itu cuma tipu Joko, kini dia menjadi mantan presiden yang paling banyak di benci rakyat. Setelah dia berhenti nyocos yang saya katakan kita nonton aja dulu

 Tak usah skeptis lebih dulu Ingat pepatah, Setiap masa ada orangnya setiap orang ada masanya. Ciri sabumi cara sadesa, jawadah tutung biritna, lain Padang lain belalang lain lubuk lain ikannya.

 

Berita ini 51 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Mengenakan Biaya ke Setiap Kapal yang Melewati Selat Malaka: Berisiko Tinggi

Opini

Apakah sekitar Rp 1.600 triliun hasil ekspor sawit dan tambang kembali ke Indonesia?

Opini

CEO Asing pada Era Global: Yang penting Hasilnya

Daerah

Pernahkah Anda Bayangkan Apa Yang Terjadi Jika Isis & Anteknya Berkuasa Di Indonesia

Jakarta

Sebuah Opini ‘The Art of Dreaming’

Opini

Fundamental Ekonomi Indonesia Bagus, Stabilitas Politik Mantab : Mengapa Reaksi Pasar Tetap Negatif ?

Keuangan

Balada Bank Jambi : Bank “Tidak Baik-Baik Saja”

Opini

Top 3 propinsi economic growth Tinggi Tapi Stunting Juga Tinggi