koransakti.co.id- Memasuki fase pertengahan Ramadan 1447 Hijriah, perhatian masyarakat mulai tertuju pada penetapan hari kemenangan. Oleh karena itu, informasi mengenai jadwal Idul Fitri atau Lebaran 2026 menjadi sangat krusial bagi warga yang ingin merencanakan mudik dan silaturahmi. Secara khusus, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengambil langkah awal dengan merilis maklumat resmi mengenai jatuhnya 1 Syawal. Meskipun demikian, kepastian secara nasional masih menunggu hasil Sidang Isbat yang akan di gelar oleh pemerintah melalui Kementerian Agama.
Hal ini menarik karena adanya potensi perbedaan tanggal perayaan antara ormas keagamaan dan pemerintah akibat perbedaan metode yang di gunakan. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai metode Hisab Hakiki dan Rukyatul Hilal menjadi penting agar masyarakat dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak. Selain itu, jadwal libur nasional dan cuti bersama yang telah di tetapkan melalui SKB 3 Menteri memberikan gambaran durasi istirahat yang cukup panjang bagi para pekerja. Sebagai tambahan, rincian kalender Hijriah dan perbandingan estimasi dari berbagai lembaga telah kami rangkum untuk mempermudah agenda tahunan Anda.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap memantau pengumuman resmi dari otoritas terkait guna memastikan keseragaman dalam beribadah di tingkat nasional. Dengan demikian, semangat Idul Fitri tetap terjaga meskipun terdapat dinamika dalam penentuannya.
Sebagai informasi, saat ini umat Muslim tengah menjalani ibadah puasa yang telah memasuki pekan kedua, di mana persiapan logistik lebaran biasanya mulai meningkat. Akhirnya, terlepas dari kapan tanggal pastinya, esensi dari perayaan Lebaran 2026 adalah momen untuk kembali suci dan mempererat tali persaudaraan.
Ketetapan Resmi Muhammadiyah: Lebaran 20 Juli 2026
Berikutnya, mari kita bedah dasar hukum dan perhitungan astronomi yang di gunakan oleh Muhammadiyah dalam menentukan Idul Fitri tahun ini:
Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah secara resmi menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini di dasarkan pada metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dalam perhitungan tersebut, ijtimak menjelang Syawal di perkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, dini hari. Karena posisi bulan telah memenuhi kriteria teknis pada saat matahari terbenam di hari tersebut, maka warga Muhammadiyah akan mengakhiri puasa pada hari Kamis dan melaksanakan salat Id pada Jumat pagi.
Metode ini memungkinkan kepastian jadwal didapatkan jauh-jauh hari tanpa harus bergantung pada pengamatan mata secara langsung.
Prediksi Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU)
Selanjutnya, berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah dan NU cenderung menunggu pembuktian visual melalui pengamatan hilal:
Versi Pemerintah (Kemenag): Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia, Idul Fitri di perkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, ini hanyalah prediksi awal. Keputusan final baru akan di ambil setelah Sidang Isbat yang menggabungkan hasil hisab dengan laporan rukyat dari berbagai titik di Indonesia sesuai kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Versi Nahdlatul Ulama (NU): Senada dengan pemerintah, NU menggunakan metode Rukyatul Hilal. Lembaga Falakiyah NU biasanya akan melakukan pemantauan pada hari ke-29 Ramadan. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan di genapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga Lebaran kemungkinan besar jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026
Berikutnya, untuk keperluan perencanaan perjalanan mudik, berikut adalah jadwal resmi libur yang telah di sahkan pemerintah:
Pemerintah telah menyiapkan slot libur yang cukup panjang untuk mengakomodasi pergerakan jutaan pemudik di seluruh tanah air:
Jumat, 20 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H.
Sabtu, 21 Maret 2026: Libur Nasional Hari Raya Idul Fitri (Hari Pertama).
Minggu, 22 Maret 2026: Libur Nasional Hari Raya Idul Fitri (Hari Kedua).
Senin, 23 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H.
Selasa, 24 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H.
Persiapan Menuju Hari Raya
Oleh karena itu, bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan jauh, periode libur panjang ini harus dimanfaatkan dengan manajemen waktu yang baik. Mengingat adanya potensi perbedaan hari raya antara Jumat dan Sabtu, fleksibilitas dalam mengatur tiket transportasi sangat dianjurkan. Dengan demikian, Anda tidak akan terburu-buru dalam melakukan persiapan akhir menjelang hari kemenangan.
Baca juga: Mudik Gratis Jasa Raharja 2026 Resmi Dibuka!















