koransakti.co.id – Pernahkah Anda berpikir, saat Anda sakit kepala, Anda minum obat Paracetamol. Saat Anda sakit gigi, Anda juga minum Paracetamol.
Pertanyaannya: Bagaimana si obat tahu lokasi sakitnya? Apakah dia punya GPS di dalam tubuh? Apakah dia jalan-jalan dulu mencari mana yang bengkak?
Jawabannya mengejutkan: Obat itu sebenarnya TIDAK TAHU. Di edisi Pojok Kimia kali ini, mari kita bedah cara kerja si “Obat Warung” sejuta umat ini.
1. Bedah Rumus: C8H9NO2
Nama kimia kerennya adalah Acetaminophen atau N-acetyl-para-aminophenol. Singkatannya: Paracetamol. Rumus molekul: C8H9NO2
Senyawa ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1800-an dan sekarang menjadi obat penghilang nyeri (analgesik) paling umum di dunia.
2. Cara Kerja: Mematikan Alarm Pusat
Bayangkan tubuh Anda adalah sebuah Gedung. Saat ada kebakaran di Lantai 5 (Sakit Kepala), alarm di satpam pusat (Otak) akan berbunyi nyaring.
Paracetamol TIDAK pergi ke Lantai 5 untuk memadamkan api. Paracetamol pergi ke Pos Satpam (Otak) dan mematikan speaker alarm-nya.
Secara kimia:
Tubuh yang sakit memproduksi zat bernama Prostaglandin. Zat inilah yang mengirim sinyal “Aduh, sakit!” ke otak.
Molekul C8H9NO2 masuk ke darah, lalu menuju otak dan memblokir enzim yang memproduksi Prostaglandin tersebut.
Akibatnya? Otak berhenti menerima sinyal sakit.
Jadi, sakitnya (kebakarannya) sebenarnya masih ada, tapi otak Anda “dibius” supaya tidak merasakannya. Pintar, kan?
3. Kenapa Juga Menurunkan Demam?
Selain nyeri, Paracetamol juga musuh bebuyutan Demam. Di otak kita ada bagian bernama Hipotalamus (ini adalah termostat/pengatur suhu tubuh AC sentral).
Saat virus masuk, Hipotalamus menaikkan suhu tubuh (Demam) untuk membakar virus. Molekul Paracetamol bekerja menekan Hipotalamus ini: “Woi, jangan panas-panas, santai saja.” Makanya suhu tubuh turun dan kita berkeringat.
4. Bahaya Tersembunyi
Karena bisa dibeli bebas di warung, banyak orang meremehkan Paracetamol. “Ah, sakit belum hilang, minum 2 butir lagi ah.”
HATI-HATI! Sisa metabolisme Paracetamol (zat racun bernama NAPQI) harus dibuang oleh Hati (Liver). Kalau Anda minum berlebihan (dosis tinggi), Liver Anda akan kewalahan dan bisa rusak permanen (Gagal Hati). Batas aman rata-rata orang dewasa adalah 4 gram (8 tablet 500mg) per hari. Jangan lebih!
Kesimpulan
Paracetamol (C8H9NO2) adalah penipu ulung yang berjasa. Dia menipu otak kita supaya tidak merasa sakit, sehingga kita bisa beristirahat dan membiarkan sistem imun tubuh bekerja menyembuhkan luka yang sebenarnya. Terima kasih, Paracetamol!
Baca juga: Si Manis yang Mematikan, Bedah Rumus Kimia Gula Pasir (C12H22O11) dan Efek “Sugar Rush”















