koransakti.co.id – Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu (28/9/2025) dini hari. Otoritas Ukraina melaporkan bahwa serangan yang menggunakan ratusan drone dan misil ini telah menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 27 lainnya di Kyiv.
Selain Kyiv, beberapa wilayah lain juga menjadi target. Di Zaporizhzhia, sedikitnya 16 orang, termasuk tiga anak-anak, dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan drone.
Terjadi Usai Peringatan Zelensky
Serangan besar ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memberikan peringatan keras pada hari Sabtu. Zelensky menyatakan bahwa agresi Rusia tidak akan berhenti di Ukraina dan saat ini sedang “menguji” pertahanan udara Eropa melalui serangkaian insiden drone di beberapa negara anggota NATO.
“Putin tidak akan menunggu untuk menyelesaikan perangnya di Ukraina. Dia akan membuka arah lain. Tidak ada yang tahu di mana. Dia menginginkan itu,” kata Zelensky.
Polandia Kerahkan Jet Tempur
Sebagai respons atas serangan Rusia yang menargetkan wilayah Ukraina bagian barat, angkatan bersenjata Polandia mengerahkan jet-jet tempur mereka pada Minggu pagi. Langkah ini digambarkan sebagai tindakan pencegahan rutin yang telah dilakukan sejak insiden penembakan jatuh drone Rusia di wilayah udara Polandia pada 10 September lalu.
Ketegangan di Eropa Timur memang terus meningkat. Insiden pelanggaran wilayah udara oleh drone dan jet tempur Rusia juga dilaporkan terjadi di Denmark dan Estonia, yang mendorong NATO untuk memperkuat pertahanan di sayap timurnya.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang buntu, di mana Rusia terus menolak usaha internasional untuk mengakhiri perang yang telah dimulai sejak Februari 2022.















