Home / Artikel / Inspiratif

Senin, 30 Maret 2026 - 13:35 WIB

MA EROH PEREMPUAN PERKASA DI KAKI GUNUNG GALUNGGUNG 

Dedi Asikin - Penulis

Koransakti.co.id- Setelah mimpi ketemu Abdul Rozak, pagi harinya saya jadi teringat Mak Eroh.

Lalu saya sempat kan ke alun alun kota Tasikmalaya. Di depan pendopo lam yang masih di klaim milik Pemkab, patung dua manusia berbeda jenis itu masih berdiri tegak.

Cuma manusia yang tiap pagi berlalu lalang tak acuh atas keberadaan patung bersejarah dan bernilai kemanusiaan itu. Mungkin ada yang sudah lupa atau memang tidak tahu sama sekali.

Itulah patung Mak Eroh dan Abdul Rozak dua manusia yang sempat di bilang gila kerena perbuatanya yang menyimpang kodrat dan kondisi ekonomi.

Ma Eroh itu perempuan miskin yng mencoba mandiri kerena suaminya menderita stroke dan tidak bisa jalan.

Akibat letusan Gunung Galunggung tahun 1982 tempat tinggalnya di kampung Cikadu desa Santanamekar kecamatan Cisayong kabupaten Tasikmalaya tertutup pasir dan abu Galunggung.

Baca juga :   BAHAN BAKAR NABATI UPAYA SETENGAH HATI 

Sawah dan lahan pertanian tidak bisa Di garap lagi.

Suatu hari ketika pergi ke hutan di kaki gunung mencari daun enau untuk di jual, ia melihat ada air mengalir dari kaki gunung mengarah ke kampung Pasirkadu .

Saat itulah timbul ide untuk memapas bukit cadas dan hutan yang menghalangi aliran air Itu.

Itulah yang terjadi, sampai di rumah ia ambil cangkul dan belincong (linggis) dan memulai memapas bukit itu seorang diri.

Tiap hari ia bekerja tanpa menghiraukan cemoohan orang yang menganggapnya sudah gila.

Ada yang menyebut,47 hari ada pula yang bilang 2,5 tahun pekerjaan itu selesai dan air sungai Cilutungpun mengalir ke pesawahan Pasirkadu.

Setelah melihat kenyataan itu penduduk lain baru mengapresiasi dan mengelu elu mak Eroh . Perempuan paruh baya Itu memang perkasa. Ia bukan sekedar besi tapi baja.

Baca juga :   Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Kanker Pada Anak

Tekad dan semangatnya mungkin setara dengan Raden Ajeng Kartini atau Raden Dewi Sartika.

Kalau dalam makanan, istimewa seperti galendo Ciamis, ubi Cilembu, tauco Cianjur, gudeg Jogja atau ulen Sukaraja dan lain lain. Pokoknya di demenin banyak orang.

Bupati Adang Rosman setelah membaca koran dan laporan resmi dari Camat meneruskan laporan ke gubernur yang akhirnya sampai kepada menteri lingkungan hidup dan terakhir kepada presiden Suharto.

Dan kemudian dalam peringatan hari lingkungan hidup tahun 1988, presiden menganugerahkan gelar perintis lingkungan hidup.

Satu tahun kemudian (1989) perempuan baja dari Pasirkadu itu mendapat penghargaan dari PBB.

Dan patung mak Eroh bersama Abdul Rozak masih berdiri tegak tanpa di pedulikan lagi.

Baca juga: Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP: Perjuangan Adaptasi dan Ibadah Ramadan

Berita ini 54 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Stres dan Cemas Berlebihan? Coba Kenali Meditasi, Seni Menenangkan Pikiran

Inspiratif

5 Tanaman Hias Indoor yang Tetap Tumbuh Subur Walau Jarang Dipupuk

Artikel

PAGAR MAKAN LAUTAN TIME BOMB OF JOKOWI ?
Pahala Tumpah Ruah! 5 Amalan Khusus di Hari Jumat Pertama Ramadhan (20 Februari 2026), Jangan Lewatkan "Waktu Emas" Nanti Sore!

Agama

Pahala Tumpah Ruah! 5 Amalan Khusus di Hari Jumat Pertama Ramadhan (20 Februari 2026), Jangan Lewatkan “Waktu Emas” Nanti Sore!
5 Aplikasi Nonton Video Penghasil Saldo DANA 2025 (Terbukti Membayar)

Artikel

Kaum Rebahan Wajib Instal! Cuma Modal Baca Cerita di Hari Minggu, Aplikasi Ini Langsung Transfer Saldo DANA ke HP Anda. 100% Gratis!

Inspiratif

Gedung Mako Pasukan Gegana Korbrimob Polri Resmi Bernama “Jusuf Manggabarani”

Artikel

KORUPSI MENGGURITA DARI KOTA SAMPAI DESA

Artikel

KAMI BAWA DUKUNGAN DAN PENTUNGAN, SEBUAH WAWANCARA IMAJINER