koransakti.co.id – “Ah, dia mah orangnya sabar, nggak mungkin punya Darah Tinggi.” Pernah dengar kalimat itu? Itu adalah mitos terbesar di dunia kesehatan.
Hipertensi atau Darah Tinggi tidak ada hubungannya dengan sifat pemarah. Orang yang paling kalem sedunia pun bisa terkena Hipertensi jika pembuluh darahnya bermasalah.
Jika kemarin kita bahas Kolesterol sebagai “Silent Killer”, maka Hipertensi adalah “Partner in Crime”-nya. Yuk, kenali musuh yang satu ini sebelum terlambat.
Apa Itu Hipertensi? (Pengertian)
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Bayangkan selang air. Jika kerannya dibuka terlalu kencang atau selangnya dipencet (menyempit), tekanannya akan sangat kuat dan bisa merusak selang itu sendiri.
Angka normal tekanan darah adalah di bawah 120/80 mmHg.
120 (Sistolik): Tekanan saat jantung memompa darah.
80 (Diastolik): Tekanan saat jantung istirahat sejenak. Jika angka Anda konsisten di atas 140/90, Anda sudah divonis Hipertensi.
Gejala yang Sering Muncul
Sama seperti Kolesterol, Hipertensi seringkali Tanpa Gejala di tahap awal. Namun, saat tekanan sudah sangat tinggi, tubuh biasanya mengirim sinyal:
Sakit Kepala Parah: Terutama di bagian belakang kepala dan leher (tengkuk), sering terjadi di pagi hari.
Telinga Berdenging (Tinnitus): Mendengar suara “nging” yang tidak ada sumbernya.
Mimisan: Pembuluh darah halus di hidung pecah karena tidak kuat menahan tekanan.
Penglihatan Kabur: Pandangan tiba-tiba buram.
Dada Berdebar: Irama jantung tidak beraturan.
Penyebab Utama: Musuh Bernama “Garam”
Jika Kolesterol musuhnya adalah “Gorengan”, maka Hipertensi musuhnya adalah “Garam” (Natrium). Garam sifatnya mengikat air. Jika Anda makan terlalu asin, volume cairan dalam darah meningkat. Jantung harus memompa lebih keras untuk mengalirkan volume darah yang bertambah itu.
Faktor lain:
Usia: Pembuluh darah kaku seiring umur.
Keturunan: Jika orang tua punya riwayat darah tinggi, Anda berisiko lebih besar.
Malas Gerak: Jantung yang tidak terlatih harus bekerja lebih keras.
Cara Mencegah & Mengendalikan
Hipertensi tidak bisa “sembuh total” (seperti flu), tapi bisa dikendalikan seumur hidup agar tidak lari ke Stroke atau Gagal Ginjal.
Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension):
Kurangi garam dapur (maksimal 1 sendok teh per hari).
Hati-hati dengan “Garam Tersembunyi” di mie instan, keripik, saus sambal, dan makanan kaleng.
Makan Pisang (Kalium):
Pisang kaya akan Kalium yang membantu membuang kelebihan garam lewat urine dan melemaskan pembuluh darah.
Olahraga Rutin:
Jalan kaki 30 menit sehari membantu melenturkan pembuluh darah.
Kelola Stres:
Stres memicu hormon yang menyempitkan pembuluh darah sesaat.
Kesimpulan
Jangan bangga jika Anda merasa “sehat-sehat saja” tapi tidak pernah cek tensi. Justru karena tidak terasa sakitlah Hipertensi itu berbahaya. Mulai sekarang, kurangi garam di masakan Anda. Rasa hambar sedikit tidak masalah, daripada hidup terasa pahit di rumah sakit nanti.
Baca juga: Mengenal Kolesterol Tinggi: Sering Tanpa Gejala, Tiba-tiba Stroke! (Cek Ciri-ciri & Pencegahannya)















