koransakti.co.id – Fenomena “perang” untuk mendapatkan Surat Dukungan untuk Working Holiday Visa (SDUWHV) Australia kembali dimulai. Pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Imigrasi, secara resmi membuka kembali pendaftaran SDUWHV pada hari ini, Rabu, 15 Oktober 2025, untuk kuota sebanyak 5.000 pemohon.
Bagi anak muda Indonesia yang bermimpi untuk bekerja sambil berlibur di Australia, momen ini adalah kesempatan emas yang sangat dinantikan sekaligus menegangkan.
Kenapa Disebut ‘Perang SDUWHV’?
SDUWHV adalah dokumen wajib dari pemerintah Indonesia yang harus dilampirkan saat mengajukan Working Holiday Visa (subclass 462) ke pemerintah Australia. Sejak pasca-pandemi, popularitas program ini meroket tajam.
Kombinasi antara kondisi kerja yang kompetitif di dalam negeri dan kisah-kisah sukses para pemegang WHV di media sosial membuat peminatnya membludak. Karena pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring dengan kuota terbatas, prosesnya menjadi sangat kompetitif. Para pendaftar harus adu cepat dalam hitungan detik untuk bisa mengamankan slot, layaknya berburu tiket konser—sehingga lahirlah istilah “perang SDUWHV”.
Penting untuk Diketahui Para Pendaftar
Agus Abdul Majid, Wakil Direktur Kerja Sama Internasional di Ditjen Imigrasi, mengingatkan beberapa hal penting. Meskipun berhasil mendapatkan SDUWHV, hal itu tidak menjamin visa akan otomatis disetujui oleh pihak Australia. Semua berkas akan tetap melalui proses verifikasi oleh pemerintah Australia.
“Jika masih ada sisa kuota, pendaftaran akan dibuka kembali di periode berikutnya,” jelasnya, mengindikasikan bahwa akan ada gelombang pendaftaran lain jika kuota 5.000 tidak terpenuhi.
Kisah di Balik ‘Perang’ SDUWHV
Persaingan ketat ini melahirkan berbagai cerita. Nabila Putri, salah satu yang berhasil mendapatkan SDU dan kini tinggal di Australia, menyarankan para pendaftar untuk mempersiapkan semua dokumen dan koneksi internet jauh-jauh hari.
Namun, tidak semua seberuntung Nabila. Tania, seorang calon pendaftar di Jakarta, berbagi pengalaman pahitnya. “Setelah berjuang mengisi formulir, tiba-tiba sistemnya keluar sendiri dan saya tidak berhasil menyelesaikan pendaftaran,” keluhnya, menggambarkan betapa ketat dan tak terduganya “perang” ini.
Bagi Anda yang ikut berpartisipasi, kecepatan, ketelitian, dan sedikit keberuntungan adalah kunci utama untuk memenangkan “perang SDUWHV” tahun ini.















