Home / Hukum / Internasional / Politik

Jumat, 26 September 2025 - 13:02 WIB

Mantan Direktur FBI James Comey Didakwa Berbohong kepada Kongres, Sebut Ini ‘Harga Melawan Trump’

koransakti - Penulis

(Sumber: Getty Images/BBC)

(Sumber: Getty Images/BBC)

koransakti.co.id – Sebuah dewan juri federal di Virginia, Amerika Serikat, secara resmi mendakwa mantan Direktur FBI, James Comey, atas dua tuduhan serius. Comey, yang kerap menjadi target kritik Presiden Donald Trump, dituduh telah berbohong kepada Kongres dan melakukan penghalangan proses hukum (obstruction of justice) selama testimoninya pada September 2020.

Menanggapi dakwaan tersebut, James Comey dengan tegas menyatakan dirinya tidak bersalah dan siap menghadapi persidangan. “Saya memiliki keyakinan besar pada sistem peradilan federal,” ujarnya dalam sebuah pernyataan video.

Dituduh Berbohong Soal Kebocoran Informasi

Inti dari dakwaan ini adalah pernyataan Comey di hadapan Komite Kehakiman Senat AS. Ia dituduh telah memberikan pernyataan palsu ketika ditanya apakah ia “mengotorisasi orang lain di FBI untuk menjadi sumber anonim dalam laporan berita” mengenai penyelidikan FBI, yang diduga kuat terkait dengan penyelidikan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Tuduhan kedua, penghalangan proses hukum, menuduh Comey telah “berusaha secara korup untuk memengaruhi, menghalangi, dan menghambat” penyelidikan Komite Senat dengan membuat pernyataan palsu dan menyesatkan. Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi hukuman hingga lima tahun penjara.

Comey Melawan: ‘Saya Tidak Bersalah’

Dalam respons cepatnya, James Comey tidak menunjukkan rasa takut. Ia mengaitkan dakwaan ini langsung dengan sikap kritisnya terhadap Donald Trump.

“Saya dan keluarga sudah tahu selama bertahun-tahun bahwa ada harga yang harus dibayar karena menentang Donald Trump,” kata Comey. “Kami tidak akan hidup dengan berlutut, dan Anda juga seharusnya tidak. Dan, saya tidak bersalah. Jadi, mari kita adakan persidangan.”

Banjir Kritik dan Dugaan Politisasi

Dakwaan ini menuai kontroversi tajam, terutama karena muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Trump secara terbuka mendesak Jaksa Agung Pam Bondi untuk lebih agresif menyelidiki lawan-lawan politiknya, termasuk Comey.

Selain itu, penyelidikan ini dipimpin oleh Lindsey Halligan, seorang Jaksa AS yang baru diangkat pada hari Senin dan sebelumnya merupakan pengacara pribadi Trump. Hal ini memicu tuduhan dari Partai Demokrat bahwa kasus ini adalah “serangan memalukan terhadap supremasi hukum” dan merupakan bentuk politisasi Departemen Kehakiman.

Presiden Trump merespons dakwaan ini dengan menyebut Comey “salah satu manusia terburuk yang pernah ada di negara ini” dan menyatakan bahwa ini adalah awal dari pertanggungjawaban atas “kejahatannya terhadap bangsa.”

Sidang pertama untuk Comey telah dijadwalkan pada 9 Oktober 2025 di Alexandria, Virginia. Kasus ini menandai pertama kalinya seorang mantan direktur FBI didakwa secara pidana dalam sejarah Amerika Serikat.

Berita ini 29 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hukum

OTT KPK : Kajari dan Kasi Intel HSU Ditangkap, Digiring ke Gedung Merah Putih

Breaking news

Di Ajang WAVES 2025 di India, Fadli Zon Sampaikan Industri Budaya

Advetorial

GEMA PERJUANGAN MAHARANI NUSANTARA HADIR DI JAMBI

Internasional

Bangladesh Umumkan Rencana 7 Poin untuk Lindungi Pengungsi Rohingya di PBB

Daerah

Deklarasi MERDEKA Guncang Kota Pangkalpinang: Rakyat Bergerak Tanpa Partai

Internasional

Setelah Bandara, Drone Kini Terlihat di Atas Pangkalan Militer Terbesar Denmark

Hukum

Mengulas Rekam Jejak Benny Tjokro, Terpidana Seumur Hidup yang 90 Apartemen Mewahnya Dilelang Kejagung

Hukum

Baru Menjabat Sepekan, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Di tangkap Kejagung Terkait Kasus Korupsi