Home / Artikel / Fakta Unik / Sains

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:53 WIB

Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

koransakti - Penulis

Fenomena merinding (piloerection) terjadi karena otot kecil di akar rambut menegang, sebuah refleks warisan evolusi yang mirip dengan kucing saat merasa terancam. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Fenomena merinding (piloerection) terjadi karena otot kecil di akar rambut menegang, sebuah refleks warisan evolusi yang mirip dengan kucing saat merasa terancam. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Pernahkah Anda sedang berjalan sendirian di gang gelap, lalu tiba-tiba bulu kuduk di leher dan tangan berdiri tegak? Atau saat AC ruangan terlalu dingin, kulit Anda berubah kasar penuh bintil-bintil seperti kulit unggas?

Fenomena ini kita sebut Merinding (atau dalam bahasa Inggris: Goosebumps / Kulit Angsa).

Secara medis, ini disebut Piloereksi. Tapi pernahkah Anda berpikir, apa gunanya bulu tangan yang tipis itu berdiri? Apakah bisa melindungi kita dari hantu atau hawa dingin? Jawabannya: Tidak.

Lalu kenapa tubuh kita melakukannya? Di Pojok Sains malam ini, kita bahas alasan evolusinya.

Mekanisme Otot Arrector Pili

Di setiap akar rambut di tubuh kita, terdapat otot super kecil bernama Arrector Pili. Saat otak mendeteksi ancaman (rasa takut) atau suhu rendah (dingin), otak melepaskan hormon adrenalin. Hormon ini memerintahkan otot-otot kecil tadi untuk berkontraksi (menegang).

Baca juga :   KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK SEBUAH KENISCAYAAN. LEBIH BAIK TERLAMBAT DARI PADA TIDAK SAMA SEKALI 

Akibatnya, rambut yang tadinya tidur jadi berdiri tegak, dan kulit di sekitarnya ikut tertarik naik membentuk bintil.

Warisan Nenek Moyang (Yang Sudah Usang)

Merinding sebenarnya adalah mekanisme pertahanan diri yang sangat berguna bagi hewan berbulu lebat (seperti kucing, beruang, atau nenek moyang primata kita dulu). Bagi manusia modern yang bulunya tipis? Fitur ini sebenarnya sudah “kadaluwarsa”.

Ada dua fungsi asli merinding bagi hewan:

1. Jaket Alami (Saat Dingin) Saat hewan berbulu lebat merinding, bulu-bulu mereka yang tegak akan memerangkap lapisan udara di dekat kulit. Udara ini berfungsi sebagai isolator panas (seperti memakai jaket tebal), menjaga suhu tubuh tetap hangat.

  • Masalahnya: Bulu manusia sekarang terlalu tipis. Jadi biarpun berdiri tegak, tidak ada udara yang terperangkap. Kita tetap kedinginan.

Baca juga :   BAU TENTARA DI KABINET MERAH PUTIH 

2. Menakuti Musuh (Saat Takut) Lihat kucing yang sedang berkelahi? Bulunya pasti berdiri semua. Tujuannya agar tubuh mereka terlihat lebih besar dan sangar di mata musuh.

  • Masalahnya: Saat manusia merinding, kita tidak terlihat lebih besar. Kita cuma terlihat seperti orang kedinginan yang ketakutan.

Kesimpulan

Jadi, merinding adalah sisa-sisa peninggalan evolusi (vestigial) yang belum hilang dari DNA kita. Tubuh Anda masih berpikir kalau Anda punya bulu setebal gorila. Padahal faktanya, saat merinding, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah segera pakai jaket!

Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Nyamuk Suka Sekali Berdengung di Telinga Kita? (Bukan Mau Curhat!)

Berita ini 21 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Hati-Hati, Menguap Itu Menular! Kenapa Kita Ikutan 'Ngangop' Saat Lihat Orang Lain?

Fakta Unik

Pojok Sains: Hati-Hati, Menguap Itu Menular! Kenapa Kita Ikutan ‘Ngangop’ Saat Lihat Orang Lain?
Pojok Sains: Kenapa Tombol "Next Episode" Sangat Sulit Ditolak? Ini Bedah Ilmiah Apa yang Terjadi di Otak Saat Anda "Binge-Watching"

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Tombol “Next Episode” Sangat Sulit Ditolak? Ini Bedah Ilmiah Apa yang Terjadi di Otak Saat Anda “Binge-Watching”

Artikel

LEBARAN, KETUPAT DAN SUNAN KALIJAGA 
Review Honeygain 2026: Ubah Sisa Kuota WiFi Jadi Dollar, Cuan Sambil Tidur (Passive Income)

Artikel

Review Honeygain 2026: Ubah Sisa Kuota WiFi Jadi Dollar, Cuan Sambil Tidur (Passive Income)

Artikel

Carnian Pluvial Event: Hujan Sejuta Tahun yang Melahirkan Zaman Dinosaurus
Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?

Artikel

KONTROVERSI PLATO DAN ARISTOTELES 

Artikel

BUNG TOMO, MERDEKA ATAU MATI