koransakti.co.id – Coba lakukan eksperimen kecil ini sekarang: Angkat tangan Anda, lalu coba gelitik ketiak atau pinggang Anda sendiri.
Apa yang Anda rasakan? Hanya sentuhan biasa, bukan? Tidak ada rasa geli yang meledak-ledak, apalagi sampai membuat Anda tertawa terbahak-bahak.
Padahal, jika teman di sebelah Anda melakukan hal yang sama persis, Anda mungkin sudah menjerit kegelian. Kenapa kulit kita pilih kasih? Di Pojok Sains malam ini, kita akan menyalahkan bagian otak bernama Cerebellum.
Otak Kecil si Peramal Ulung
Di bagian belakang kepala kita, ada organ bernama Cerebellum (Otak Kecil). Tugas utamanya adalah memantau gerakan tubuh.
Saat Anda berniat menggerakkan jari untuk menggelitik diri sendiri, Cerebellum sudah tahu duluan. Ia membuat prediksi super akurat:
Kapan jari akan mendarat.
Di mana lokasinya.
Seberapa kuat tekanannya.
Karena sudah tahu spoiler-nya, otak menganggap sentuhan itu tidak penting dan tidak berbahaya. Maka, otak “meredam” sensasi geli tersebut (disebut Sensory Attenuation). Hasilnya? Garing.
Kenapa Orang Lain Bisa Bikin Geli?
Rasa geli (Ticklish) sebenarnya adalah bentuk Panik Ringan. Saat orang lain menyentuh area sensitif (leher, perut, ketiak), otak Anda tidak bisa memprediksi gerakan mereka.
“Jarinya mau ke mana?”
“Kapan dia berhenti?”
Ketidaktahuan ini membuat otak kaget dan waspada. Rasa geli dan tawa yang muncul sebenarnya adalah refleks pertahanan diri (tanda menyerah) agar orang itu berhenti “menyerang” area vital Anda.
Fungsi Evolusi: Waspada Serangga
Kenapa fitur ini ada? Bayangkan jika kita bisa menggelitik diri sendiri. Setiap kali tangan kita bergesekan dengan badan saat berjalan, kita akan tertawa geli. Kita tidak akan bisa beraktivitas dengan tenang.
Fitur ini membuat kita mengabaikan sentuhan diri sendiri, supaya kita bisa Fokus pada Sentuhan Asing. Misalnya: Seekor laba-laba atau kelabang merayap di leher Anda. Karena gerakannya tidak terprediksi, Anda langsung merasa geli dan menepisnya. Itulah cara nenek moyang kita selamat dari gigitan serangga beracun.
Kesimpulan
Jadi, ketidakmampuan menggelitik diri sendiri adalah tanda bahwa otak Anda sehat dan berfungsi normal. Otak Anda terlalu pintar untuk ditipu oleh tuannya sendiri!
Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Jari Bunyi ‘Kretek’ Saat Ditarik? Benarkah Bikin Tulang Keropos?















