Home / Pendidikan / Peristiwa

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:26 WIB

MPR Berhentikan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar Buntut Kontroversi Penilaian Babak Final

koransakti - Penulis

punkoransakti.co.id, Pontianak- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI resmi menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Langkah tegas ini di ambil menyusul kegaduhan terkait profesionalisme penilaian pada babak final yang berlangsung di Pontianak, Sabtu (9/5/2026).

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @mprgoid pada Selasa (12/5/2026), Sekretariat Jenderal MPR RI mengakui adanya kelalaian juri yang memicu polemik luas di media sosial. Pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf terbuka atas insiden yang mencederai sportivitas kompetisi tersebut.

Kronologi Salah Nilai yang Viral

Ketegangan memuncak saat babak final yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau. Pada sesi rebutan, juri mengajukan pertanyaan krusial mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga :   Kisah Epidemiolog Filipina dan Kursus Gratis WHO yang Mengubah Wajah Kesehatan Mental

Awalnya siswi dari SMAN 1 Pontianak menjawab dengan lugas bahwa DPR memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan di resmikan oleh Presiden. Namun, secara mengejutkan juri justru menyalahkan jawaban tersebut dan memberikan penalti minus lima poin.

Drama berlanjut saat pertanyaan di lempar ke SMAN 1 Sambas. Regu ini memberikan jawaban yang identik dengan jawaban SMAN 1 Pontianak. Ironisnya, kali ini juri justru membenarkan jawaban tersebut dan memberikan poin sepuluh. Meskipun Regu C telah melayangkan protes keras dan meminta kesaksian penonton, juri tetap pada keputusannya.

Baca juga :   Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau: Kemenhub Konfirmasi Pilot dan Seluruh Penumpang Meninggal Dunia

Langkah Perbaikan MPR RI

Menanggapi protes publik, MPR RI berkomitmen melakukan perombakan sistem. Kemudian selain menonaktifkan petugas yang terlibat, MPR akan mengevaluasi beberapa poin penting:

  • Mekanisme Penilaian: Meninjau ulang standar objektivitas juri.

  • Verifikasi Jawaban: Memperketat sistem validasi jawaban peserta secara real-time.

  • Tata Kelola Keberatan: Memperbaiki alur komplain agar lebih transparan dan akuntabel.

“MPR RI menegaskan bahwa pendidikan generasi muda harus menjunjung tinggi sportivitas dan keadilan,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Pihak MPR juga mengapresiasi keberanian peserta dan masyarakat yang kritis mengawal jalannya lomba ini agar tetap menjadi ajang edukasi yang berkualitas. (red)

Baca juga : Sindikat Narkoba ‘The Doctor’ Terbongkar, Pemprov DKI Cabut Permanen Izin White Rabbit PIK

Berita ini 18 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Penghargaan Pengabdian Guru Nasional Di Serahkan Pada Acara HUT PGRI

Pemerintahan

Wawako Azhar Hamzah hadir di Pengukuhan Bunda PAUD Periode 2025-2030 

Pendidikan

Hadiri Wisuda STIA, Wako Alfin Ajak Wisudawan Ciptakan Perubahan 

Hukum

Kejari Sungai Penuh Menetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Mini, Tersangka Lain Menyusul

Kerinci

Ratusan Pelajar di Desa Kecil Terima Bantuan Pendidikan, Pemdes Tegaskan Komitmen Dukung Dunia Pendidikan

Jakarta

Unhan RI Laksanakan Pembekalan Bela Negara Bagi Siswa SMKN 1 Cipanas

Daerah

Tekad Warga Dusun Suru Kab Nganjuk Menimba Ilmu

Hukum

Mengaku “Satgas Perampasan Aset”, Sindikat Ini Bobol Bank BNI Rp204 Miliar