Koransakti.co.id – Kepala Desa Kayo Aro Ambai, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Aan Prananda, SE., MM, menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang di gelar di Aula Kampus IAIN Kerinci, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan sosialisasi di buka oleh Wawako Azhar Hamzah di ikuti oleh Densus 88, Polres Kerinci, para camat, kepala desa, lurah, serta Bhabinkamtibmas dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai paham yang berpotensi mengganggu persatuan dan stabilitas daerah.
Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai deteksi dini, langkah pencegahan, hingga strategi penanganan terhadap potensi penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di lingkungan masyarakat.
Aan Prananda menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi aparatur desa. Menurutnya, perkembangan dinamika sosial saat ini menuntut pemerintah desa untuk semakin peka dan responsif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat muncul di tengah masyarakat.
Selain itu, sosialisasi tersebut juga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat semangat toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Desa Berperan Aktif Menjaga Kondusivitas
Aan menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Karena itu, ia mendorong seluruh perangkat desa untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara dan nilai-nilai Pancasila.
“Pemerintah desa harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih waspada dan bersama-sama menjaga persatuan serta kerukunan yang selama ini telah terbangun,” ujarnya.
Perkuat Sinergi dengan Aparat dan Masyarakat
Tidak hanya menambah wawasan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai elemen masyarakat.
Selanjutnya, Aan menyatakan komitmennya untuk mendukung setiap program yang bertujuan menjaga keamanan, ketenteraman, dan keharmonisan sosial di wilayah Desa Kayo Aro Ambai.
Ia berharap materi yang di peroleh selama sosialisasi dapat di teruskan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di tingkat desa sehingga pemahaman tentang pentingnya toleransi dan persatuan semakin meningkat.
Kolaborasi Jadi Kunci Menangkal Paham IRET
Sosialisasi berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Antusiasme yang tinggi menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk memperkuat benteng sosial masyarakat dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Di sisi lain, kolaborasi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat di nilai menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan daerah serta memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan adanya kegiatan tersebut, di harapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga toleransi, menghormati perbedaan, serta menolak segala bentuk paham yang dapat mengancam persatuan bangsa. (Emi)
Baca juga: Kapolres Kerinci Gandeng Densus 88 Perkuat Pencegahan IRET dan TCC hingga Tingkat Desa
Wawako Azhar Hamzah Ajak Masyarakat Perangi Hoaks dan Cegah Paham Radikal Sejak dari Desa















