Home / Bilogi / Fakta Unik

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:51 WIB

Misteri di Balik Keindahan “Miss Willmott’s Ghost”, Si Hantu Perak yang Menawan

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Dunia flora tidak pernah kehabisan cerita untuk memukau kita. Salah satu yang paling mengundang rasa penasaran adalah Eryngium giganteum, atau yang lebih populer dengan julukan Miss Willmott’s Ghost. Tanaman hias ini tidak hanya memikat mata lewat pesona kelopak peraknya yang berkilau, tetapi juga menyimpan kisah sejarah yang unik sekaligus jenaka.

Penasaran mengapa tanaman berduri ini sampai mendapatkan julukan “hantu kebun”? Mari kita ulas lima fakta menariknya berikut ini.

1. Lahir dari Aksi “Gerilya” Seorang Ahli Kebun Legendaris

Nama unik tanaman ini merujuk pada Ellen Willmott, seorang hortikulturis perempuan terkemuka asal Inggris pada era Victoria. Ia memiliki tabiat yang sangat eksentrik. Konon, Willmott kerap mengantongi benih Eryngium giganteum dan menaburkannya secara diam-diam saat bertamu ke kebun milik orang lain.

Beberapa bulan kemudian, pemilik rumah akan terkejut melihat tanaman perak misterius tiba-tiba tumbuh di halaman mereka. Karena muncul tanpa diundang bak makhluk halus, para pekebun akhirnya menamai tanaman ini sebagai “Hantu Miss Willmott”.

Baca juga :   Menguak Misteri "Pedas", Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)

2. Memancarkan Kilau Perak yang Dramatis

Daya tarik utama tanaman ini terletak pada estetika visualnya yang tidak biasa. Royal Horticultural Society mencatat bahwa bunga Eryngium giganteum dikelilingi oleh daun pelindung (braktea) berduri dengan gradasi warna putih keperakan hingga abu-abu metalik.

Saat terpapar sinar matahari, bagian ini akan memantulkan cahaya dan menciptakan efek berkilau. Karakteristik mencolok ini membuat para arsitek lanskap sering memanfaatkannya sebagai aksen kontras untuk menonjolkan warna bunga lain di sekitarnya.

3. Mengikuti Siklus Hidup Dwimusif (Biennial)

Eryngium giganteum tidak tumbuh dan berbunga dalam waktu singkat, melainkan membagi siklus hidupnya ke dalam dua tahun (dwimusim). Pada tahun pertama, tanaman ini fokus membangun fondasi dengan membentuk roset daun yang merapat ke tanah guna menghimpun energi.

Barulah pada tahun kedua, tanaman ini memanjangkan batangnya ke atas dan memamerkan bunganya yang anggun sebelum akhirnya mati. Meskipun induknya mati, tanaman ini sangat mahir menyebarkan bijinya sendiri secara alami, sehingga generasi baru akan terus bermunculan di tempat yang sama setiap tahun.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Bersih-bersih Rumah Bikin Perasaan Lega? Rahasia Otak di Balik Tren "Decluttering" Akhir Tahun

4. Menjadi Magnet Bagi Para Serangga Penyerbuk

Di balik penampilannya yang berduri tajam, tanaman ini menyimpan nektar dan serbuk sari melimpah yang sangat disukai satwa liar. Lembaga hortikultura Gardenia mengungkapkan bahwa lebah, kupu-kupu, dan serangga penyerbuk lainnya rajin mengantre untuk menghampiri bunga ini. Kehadiran Eryngium giganteum di halaman rumah secara otomatis akan mendongkrak kesehatan ekosistem kebun Anda.

5. Primadona Awet untuk Rangkaian Bunga Kering

Industri dekorasi dan florikultura sangat mengagumi tanaman ini karena fleksibilitasnya. Teksturnya yang kokoh dan warnanya yang tidak mudah pudar membuat para perangkai bunga sering menjadikannya sebagai pengisi buket segar untuk memberikan kesan rustic.

Lebih dari itu, situs Perennials.com melansir bahwa tanaman ini menjadi bahan baku favorit untuk kerajinan bunga kering (dried flowers) karena bentuk dan kilau peraknya dapat bertahan hingga berbulan-bulan setelah dipotong. (Gina)

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Musim durian tiba! Meski enak, hati-hati "mabuk durian". Kandungan kalori dan gas sulfur (C2H6S) di dalamnya bisa bikin gula darah melonjak dan perut kembung.

Artikel

Musim Durian Tiba! Kenapa Buah Ini Baunya Minta Ampun & Bikin “Mabuk”? Kenalan dengan Senyawa Sulfur (C2H6S) & Bahayanya Jika Kalap!

Bilogi

Rahasia Kupu-Kupu Malam: Mengapa Mereka “Terhipnotis” Cahaya Lampu?
Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

Fakta Unik

Pojok Sains: Mengungkap Rahasia “Bom Waktu” di Langit! Bagaimana Kembang Api Bisa Membentuk Pola Wajah & Huruf Secara Presisi?

Fakta Unik

Rahasia Berat Awan: Mengapa Benda Seberat Ratusan Ton Bisa Melayang di Langit?
Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!

Artikel

Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!
Pojok Sains: Abis Begadang Tahun Baru, Kok Bawaannya Pengen Makan Mie Instan & Gorengan? Kenalan Sama "Hormon Lapar" yang Lagi Ngamuk!

Bilogi

Pojok Sains: Abis Begadang Tahun Baru, Kok Bawaannya Pengen Makan Mie Instan & Gorengan? Kenalan Sama “Hormon Lapar” yang Lagi Ngamuk!
Pojok Kimia: Si Manis yang Mematikan, Bedah Rumus Kimia Gula Pasir (C12H22O11) dan Efek "Sugar Rush"

Artikel

Si Manis yang Mematikan, Bedah Rumus Kimia Gula Pasir (C12H22O11) dan Efek “Sugar Rush”
Kenapa Otot Terasa "Terbakar" Saat Lari Kencang? Kenalan dengan Asam Laktat (C3H6O3) dan Hutang Oksigen

Artikel

Kenapa Otot Terasa “Terbakar” Saat Lari Kencang? Kenalan dengan Asam Laktat (C3H6O3) dan Hutang Oksigen