koransakti.co.id- Dunia flora tidak pernah kehabisan cerita untuk memukau kita. Salah satu yang paling mengundang rasa penasaran adalah Eryngium giganteum, atau yang lebih populer dengan julukan Miss Willmott’s Ghost. Tanaman hias ini tidak hanya memikat mata lewat pesona kelopak peraknya yang berkilau, tetapi juga menyimpan kisah sejarah yang unik sekaligus jenaka.
Penasaran mengapa tanaman berduri ini sampai mendapatkan julukan “hantu kebun”? Mari kita ulas lima fakta menariknya berikut ini.
1. Lahir dari Aksi “Gerilya” Seorang Ahli Kebun Legendaris
Nama unik tanaman ini merujuk pada Ellen Willmott, seorang hortikulturis perempuan terkemuka asal Inggris pada era Victoria. Ia memiliki tabiat yang sangat eksentrik. Konon, Willmott kerap mengantongi benih Eryngium giganteum dan menaburkannya secara diam-diam saat bertamu ke kebun milik orang lain.
Beberapa bulan kemudian, pemilik rumah akan terkejut melihat tanaman perak misterius tiba-tiba tumbuh di halaman mereka. Karena muncul tanpa diundang bak makhluk halus, para pekebun akhirnya menamai tanaman ini sebagai “Hantu Miss Willmott”.
2. Memancarkan Kilau Perak yang Dramatis
Daya tarik utama tanaman ini terletak pada estetika visualnya yang tidak biasa. Royal Horticultural Society mencatat bahwa bunga Eryngium giganteum dikelilingi oleh daun pelindung (braktea) berduri dengan gradasi warna putih keperakan hingga abu-abu metalik.
Saat terpapar sinar matahari, bagian ini akan memantulkan cahaya dan menciptakan efek berkilau. Karakteristik mencolok ini membuat para arsitek lanskap sering memanfaatkannya sebagai aksen kontras untuk menonjolkan warna bunga lain di sekitarnya.
3. Mengikuti Siklus Hidup Dwimusif (Biennial)
Eryngium giganteum tidak tumbuh dan berbunga dalam waktu singkat, melainkan membagi siklus hidupnya ke dalam dua tahun (dwimusim). Pada tahun pertama, tanaman ini fokus membangun fondasi dengan membentuk roset daun yang merapat ke tanah guna menghimpun energi.
Barulah pada tahun kedua, tanaman ini memanjangkan batangnya ke atas dan memamerkan bunganya yang anggun sebelum akhirnya mati. Meskipun induknya mati, tanaman ini sangat mahir menyebarkan bijinya sendiri secara alami, sehingga generasi baru akan terus bermunculan di tempat yang sama setiap tahun.
4. Menjadi Magnet Bagi Para Serangga Penyerbuk
Di balik penampilannya yang berduri tajam, tanaman ini menyimpan nektar dan serbuk sari melimpah yang sangat disukai satwa liar. Lembaga hortikultura Gardenia mengungkapkan bahwa lebah, kupu-kupu, dan serangga penyerbuk lainnya rajin mengantre untuk menghampiri bunga ini. Kehadiran Eryngium giganteum di halaman rumah secara otomatis akan mendongkrak kesehatan ekosistem kebun Anda.
5. Primadona Awet untuk Rangkaian Bunga Kering
Industri dekorasi dan florikultura sangat mengagumi tanaman ini karena fleksibilitasnya. Teksturnya yang kokoh dan warnanya yang tidak mudah pudar membuat para perangkai bunga sering menjadikannya sebagai pengisi buket segar untuk memberikan kesan rustic.
Lebih dari itu, situs Perennials.com melansir bahwa tanaman ini menjadi bahan baku favorit untuk kerajinan bunga kering (dried flowers) karena bentuk dan kilau peraknya dapat bertahan hingga berbulan-bulan setelah dipotong. (Gina)
















