Home / Opini

Senin, 7 September 2026 - 07:51 WIB

Keracunan MBG Terjadi Lagi: Hadapi dengan Rasional dan Solusi

koransakti - Penulis

Keracunan MBG Terjadi Lagi: Hadapi dengan Rasional dan Solusi

Koransakti.co.id- Pada minggu lalu awal September terjadi keracunan MBG di berbagai daerah: Bener Meriah, Aceh; Agam, Sumatera Barat; Rembang, Jawa Tengah; dan Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar 1.961 siswa dan guru terdampak.

Banyak orang bertanya mengapa keracunan MBG terjadi lagi? Bukankah tata kelola sudah di perbaiki dan nakhoda sudah berganti?

Di situlah analisis bisa mulai di lakukan. Penggantian nakhoda dan perbaikan tata kelola yang di konkretkan dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang baru: tidak serta-merta membuat semua potensi risiko bisa di kendalikan, termasuk keracunan.

Baca juga :   Ketua DPC Gerindra Kerinci Irwandri, Dukung Kepemimpinan Baru BGN, Optimistis Program MBG Semakin Berkualitas dan Tepat Sasaran

Mengapa?

Pertama, Program MBG sangat masif menjangkau daerah operasional yang sangat luas. Kondisi SDM, infrastruktur dan kultur antar daerah sangat beragam dan variatif.

Kedua, SOP yang di buat mungkin sudah di ujicoba, tapi skalanya terbatas karena keterbatasan waktu: tidak menjangkau representasi wilayah secara luas yang dapat di jadikan patokan secara nasional.

Ketiga, prasarana SPPG yang sangat variatif dalam menampung semua proses penyiapan MBG sampai saat distribusi ke sekolah. Ada SPPG yang harus menyiapkan volume MBG cukup besar: honorarium sama dengan petugas SPPG yang harus menyiapkan MBG dalam volume relatif lebih kecil.

Baca juga :   BGN Bangun Portal Pengaduan MBG: Saluran Resmi Laporkan Masalah

Keempat, besar kemungkinan batas ambang aman konsumsi (4-6) jam terlewati karena: proses masak terlalu pagi, jarak tempuh yang jauh atau kemacetan menuju lokasi sekolah, pergeseran waktu makan. Dan kebiasaan siswa membawa pulang MBG.

Kelima, sebagus apa pun SOP yang di buat tetap di perlukan pengawasan secara internal sehingga SOP benar-benar terimplementasi dengan baik.

Mekanisme pengawasan inilah yang harus di atur oleh BGN ke depan supaya dapat mencegah kasus keracunan MBG. InsyaAllah.

Penulis:

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ahmad Heryawan dan Gaya Kepemimpinan Hemat yang Masih Dikenang di Jawa Barat

Opini

Ahmad Heryawan dan Gaya Kepemimpinan Hemat yang Masih Dikenang di Jawa Barat

Bandung

Media Cetak Diprediksi Lebih Menyehatkan Akal Pikiran Dibandingkan Media Sosial

Opini

Empati untuk 326 Kepala SMA/SMK di Sulawesi Selatan

Opini

Musibah bisa Datang kepada Siapapun: Sabar dan Rasional

Opini

Merosotnya Industri Mobil Jerman : Terlambat switch ke mobil listrik?

Opini

Lebih 2 Juta Driver Online akan Dapat Bagi Hasil : 92 %

Opini

Cara Bertani Kembali ke Alam

Opini

Daripada Jadi Polemik Lupakan Sawit