Home / Artikel

Senin, 17 Februari 2025 - 19:38 WIB

SURUH DITANGKAP MALAH DITANGKEUP

koransakti - Penulis

Oleh :DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Tulisan saya Prabowo dan Joko Widodo berbalas pantun, ditanggapi banyak orang.

Ada yang bilang Prabowo cuma singa podium, yang cuma pandai mengaum tak bisa menerkam.

Seorang teman di Tasikmalaya Selatan ngirim wa , suruh ditangkap ( Jokowi), malah ditangkeup.

Tampaknya memang sudah amat banyak orang kecewa pada zigzag politik mas Mulyono itu.

Moralitasnya sudah tergadai oleh syahwat berkuasa dengan membuat politik dinasti. Dia sudah lupa daratan. Kandang banteng yang menyusui dan membesarkan dirinya ditinggalkan tanpa pamit. Tidak ada adab dan tatakrama.

Tuntutan menangkap dan mengadili mantan presiden itu kian marak terdengar.

Tapi presiden penggantinya malah berteriak ” hidup Jokowi, hidup Jokowi hidup Jokowi.

Lalu rampak sekar menyanyi, Terima kasih terima kasih terima kasih pak Jokowi.

Baca juga :   Kisah KMB: Saat Belanda Enggan Mengakui Kedaulatan Indonesia

Edan suredun, kata yang lain lewat japri di acun Facebook.

Ada juga yang share, Wowo itu Singaparna, singa yang sudah sakit parna (repot).

Tanduknya sudah cuplak (potong).

Soal pengiritan, ironis dengan penggemukan kabinet. Nyaris jadi kabinet Dwikora bung Karno yang dijuluki kabinet seratus menteri.

Alih alih anggaran direkonstruksi (diurut) tapi kabinet malah jadi gemoy.

Mentri menteri, Kepala Badan , rame rame mengangkat staf dan stafsus.

Prabowo membandingkan kabinet Indonesia dengan 48 menteri dengan Timor Leste negara yang kecil dan miskin. Kenapa tidak membandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya 15 menteri. Atau Russia yang cuman 21 menteri ? Tulis seorang teman juga di Tasikmalaya Selatan.

Prabowo dikepung partai koalisi (KIM) .

Disana berkumpul 11 parpol. Mulai partai yang punya kursi sampai yang cuman punya jojodog.

Baca juga :   Konsolidasi dan Deklarasi DPD PCI Jakarta Dihadiri Ketum DPP PCI Hendrik Yance Udam

Dia harus mengakomodir calon calon menteri yang disodorkan anggota KIM. Berkumpullah disana orang orang antah berantah yang sarat masalah.

Kabinet Zaken (ahli) yang awalnya dia omon mau dibentuk ternyata cuman omdo.

Yang jadi adakah kabinet gado gado yang segala ada.

Dia kemaruk dengan nilai kinerja 80,9 di seratus hari pertama. Padahal ibarat berjalan , baru sapengkolan (satu belokan). Kedepan jalan masih panjang. Masih banyak belokan tajam, turunan yang curam atau bukit yang menjulang.

Eh, mas Wowo kapan mulai menerkam monyet monyet bandel ? Kebanyakan mengaum, itu monyet malah ngarenyohan ( ngetawain).

Gak usah susah susah, di sekitar Istana saja dulu , banyak kok.

Mulai lah dari yang dekat dulu, tulis WA yang lain.

Kami tunggu macan menerkam monyet.***

Berita ini 73 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Menguji Nyali Lewat Rumus "Lima AT" Menjadi Wartawan Hebat

Artikel

No Sawit Bapak Aing Dalam Kontroversi

Artikel

IBADAH HAJI TEMPO DULU ANTARA HIDUP DAN MATI SERTA KEBENCIAN KAUM PENJAJAH

Artikel

AKI AKI PISAN JILID DUA

Artikel

BAU TENTARA DI KABINET MERAH PUTIH 

Artikel

KISAH PANGERAN TRENGGONO MENGUSIR PORTUGIS DARI SUNDA KALAPA 
Pesona Bunga Matahari: Dari Simbol Heliotropisme Hingga Pembersih Limbah Nuklir

Artikel

Pesona Bunga Matahari: Dari Simbol Heliotropisme Hingga Pembersih Limbah Nuklir

Artikel

Kedaulatan Negara Harga Mati: Urgensi “Adequate Budget”
Kenapa Telur Cair Jadi Padat & Muncul Lingkaran Hijau Saat Direbus? Kenalan dengan Denaturasi & Zat FeS!

Artikel

Kenapa Telur Cair Jadi Padat & Muncul Lingkaran Hijau Saat Direbus? Kenalan dengan Denaturasi & Zat FeS!