Home / Artikel

Sabtu, 15 Maret 2025 - 19:57 WIB

SUHARTO VS SUMITRO RANGKUL DAN PUKUL

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id- Begitu diangkat menjadi pejabat (pemangku jabatan) presiden tanggal 12 Maret 1967 (TAP MPRS NO XXXIII/1967), Suharto langsung perintahkan Ali Murtopo mencari dan menemui Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo.

Berikut adalah cerita Mayor Aloysius Sugianto staf dan kepercayaan Letkol Ali Murtopo di Kostrad yang terlibat operasi senyap.

Menurut dia, yang pensiun dengan pangkat kolonel itu, mereka berangkat ke Bangkok Thailand akhir Maret 1967.

Informasi dan data data intelijen menyebutkan Soemitro sedang ada disana.

Sejak hengkang dari Indonesia lantaran terlibat gerakan separatisme PRRI, Soemitro memboyong keluarganya berkelana ke beberapa negara.

Dia tak berani pulang, sebab pasti ditangkap Pemerintah Soekarno.

Di Bangkok kami bertemu di sebuah tempat sekalian makan bersama, kata Sugianto.

Setelah ngobrol berbagai hal mengenai situasi politik dan keamanan, termasuk rencana menghentikan konfrontasi dengan Malaysia, akhirnya Ali Murtopo berbisik :

Apakah pak Mitro bersedia pulang ?

Cuma berfikir sejenak, ayahanda Prabowo Subianto itu langsung menyatakan bersedia.

Alhamdulillah, berhasil.

Sugianto menilai ini berkat kepiawaian boss Ali dalam meloby.

Pak Ali memang memiliki sense of lobying yang luar biasa, puji Sugianto kepada pewawancara Majalah Tempo (2013).

Padahal sebelumnya Soemitro selalu berkelit jika ditanya soal pulkam itu, sampai Ali Murtopo datang menemuinya di Bangkok.

Soal Suharto ngebet ingin memanggil pulang Soemitro tentu berkait dengan rencana dia selanjutnya memegang kekuasaan.

Lagian negeri ini sedang terpuruk dalam hal ekonomi. Harga harga melambung tinggi. Inflasi sampai 600 %.

Pendapatan PNS atau pekerja lain hanya cukup untuk makan 3 hari .

Rupanya Suharto merasa tak cukup tim ekonomi yang sudah ada. Wijoyo Nitisastro, Ali Wardhana, dan Emil Salim. JB Sumarlin, Mohammad Sadli, Dorojatun Kuncoro Jakti. Mereka dijuluki sebagai mafia Berkeley.

Baca juga :   Ketua DPRD Hadiri Grand Final Bujang dan Gadis Kota Sungai Penuh Tahun 2025

Bagi Suharto, Prof. Soemitro adalah ekonom handal yang sangat dibutuhkan.

Upaya pemulangan Soemitro merupakan operasi senyap, salah satunya agar tidak sampai tercium oleh orang orang Sukarno yang masih ada ditubuh pemerintahan.

Sugianto menyebut ada tiga tokoh mantan aktivis PRRI yang memediasi pertemuan Ali dengan Soemitro.

Mereka adalah Henk Tombokan, Jerry Sumendap dan Frans Saerang.

Empat bulan setelah pertemuan Bangkok, Ali Murtopo mengutus Sugianto menjemput Soemitro.

Operasi itu benar benar senyap. Hanya tiga orang yang tahu. Ali Murtopo, Suharto dan Sugianto sendiri.

Masih cerita Sugianto, sampai tiga bulan dia menyembunyikan Soemitro.

Pertama diinapkan di hotel Indonesia selama dua pekan. Pekan ke tiga menginap di rumah teman Sugianto di bilangan Tebet Jakarta Pusat.Terakhir ngontrak rumah di Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Keputusan pulkam itu berbuah manis.

Tanggal 29 Mei 1968 , Suharto mengangkatnya menjadi Menteri Perdagangan.

Pengangkatan Itu bisa dianggap sebagai hadiah ulang tahun (Soemitro lahir 29 Mei 1917 di Kebumen) .

Tawaran itu disampaikan ketika Prof. Soemitro ditemani Ali Murtopo dan Sudjojono Humardani berkunjung ke rumah presiden.

Setelah pertemuan itu , Ali Murtopo mengakhiri operasi senyap menyembunyikan Soemitro.

Sugianto diperintahkan mengundang wartawan ke gedung Press club Wisma berita (sekarang hotel Grand Hyatt).

Di tempat itulah jejak Prof. Soemitro dibuka.

Dalam kompres itu hadir Sudharmono dan Widjoyo Nitisastro.

Baca juga :   WISATALAH SAMPE KE NEGERI CINA

Ternyata hubungan mereka tak sebatas urusan pemerintahan.

Merambah jauh ke urusan pribadi. Mereka besanan.

Putra Prof. Soemitro, Prabowo Subianto yang jadi tentara, menikah dengan putri ke dua Suharto, Siti Hediati (Titiek Soeharto).

Tapi , tak ada gading yang tak retak.

Tak ada hubungan baik yang abadi.

Apalagi bagi orang politik. Setidaknya pernah mencium aroma politik.

Nah persis keduanya pemain politik.

Soemitro Djojohadikusumo itu orang PSI. Bukan Partai Solidaritas Indonesia , punya Kaesang Pangarep.

Ini mah Partai Sosialis Indonesia yang didirikan St. Syahrir tahun 1948.

Suharto apalagi. Dia pendiri Sekber Golkar (1964) organisasi kekaryaan yang menampung 250 ormas anti PKI.

Tahun 1995, Soemitro yang sudah tak jadi Menteri usai melepas jabatan menteri Riset dan Teknologi, mulai ngritik sang besan.

Ia mengungkap permainan sunat menyunat anggaran pembangunan hingga 30%.

Tentu saja sang besan berang tak alang kepalang.

Sampai sempat pesan kepada Titiek agar mengingatkan sang mertua.

Rupanya ular politik terus menjalar kian kemari.

Terakhir sang mantu kena patuk.

Lantaran sebagai Pangkostrad , Bowo dianggap tidak melindungi mertua yang didemo habis para mahasiswa.

Katanya sehabis Harto meletakkan jabatan 21 Mei 1998, keluarga marah besar kepada Prabowo.

Klimaksnya Prabowo dan Titiek Soeharto cerai.

Meski begitu, hubungan mereka tetap baik dan bersama sama membesarkan anak semata wayang Didit Prabowo.

Desakan masyarakat agar mereka rujuk belum bersambut.

Yang ada mereka sekamar dalam partai Gerindra.

Titiek sekarang menjabat ketua Komisi IV DPR.

Politik itu kaya gaya bertinju,hit and run.

Rangkul dan Pukul

Berita ini 130 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Tubuh
KESEPAKATAN MEJA BUNDAR DIKHIANATI BARENG BARENG INDONESIA BELANDA

Artikel

KESEPAKATAN MEJA BUNDAR DIKHIANATI BARENG BARENG INDONESIA BELANDA

Artikel

KEHANCURAN YAHUDI PASTI TERJADI 
Review & Cara Dapat Uang dari Fizzo Novel 2025: Baca Cerita, Cair ke DANA (Terbukti Membayar)

Artikel

Kaum Rebahan Merapat! Hobi Baca Novel Bisa Jadi Saldo DANA Gratis Lewat Aplikasi Fizzo Novel. Terbukti Membayar di 2026!

Artikel

WORD ECONOMIC DALAM KAIDAH JURNALISTIK 

Artikel

Hati Gembira Jadi Obat Alami Kesehatan Tubuh

Artikel

KATA UNESCO MINAT BACA MASYARAKAT INDONESIA SANGAT RENDAH 

Artikel

Fragmentasi Geoekonomi dan Krisis Energi Global: Kontribusi Keuangan Syariah