Oleh :Dedi Asikin
koransakti.co.id- Sudah lama rasanya tidak melihat tampang dan dengar omon omon Budiman Sudjatmiko .
Sejak dilantik 22 Oktober 2024 ia bagai ditelan gelombang samudra tenggelam begitu saja. Jabatan resminya adalah Kepala Badan Kemanusiaan dan Pengentasan Kemiskinan. Jujur, Sejak awal saya skeptis atas keberhasilan pria aktivis dan politikus itu. Skeptis itu kembar dari pesimis ASAL kata Yunani skepsis yang berarti penyelidikan atau pencairan atas sesuatu yang belum jelas.
Saya ini seorang muslim yang taqlid pada surat Zariyyah ayat 49 :
“Wa Ming kulli sya’ Iin khalaqna zaujani la’allakum tadzakkaruun”
( Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasangan pasangan. Agar Kamu mengingat ( kebesaran Allah).
Sepanjang masih ada orang kaya oligarki atau konglomerat pasti tetap ada orang melarat
Sayapun taqdim kepada presiden Prabowo, yang bilamg, tidak mau ada orang Indonesia yang berusia di atas 60 tahun masih bekerja sebagai penarik becak, supir angkot Atau ojeg . Tapi itu cuman harapan tanpa kenyataan.
BPS mencatat, per Maret 2025 jumlah orang miskin ada 23,85 juta orang. ( sekitar 8,5 persen).
Yeng bisa dilakukan cuma mengurangi. Tapi jangan harap bisa fully atau zero poormen. Thats impossibel. Dan itu terjadi di seluruh dunia. Orang sengsara, rada malarat dan melarat kabina bina) ada di mana mana
Menarik pasti, besok atau lusa, saya akan cerita, bagaimana anak sulung dari bapak Wartono Sudjatmiko dan ibu Sri Sulastri itu diculik tentara Suharto dan dibawa ke markas BAIS (Pusat Intelgens ABRI) di Pasar Minggu Jakarta Selatan dengan tangan diborgol dan mata ditutup kain hitam. Lalu ia dijatuhi vonis 13 tahun penjara. .***















