Home / Hukum

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:11 WIB

Hotman Paris Turun Tangan: Bela Fandi Ramadhan, ABK yang Terancam Eksekusi Mati

koransakti - Penulis

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea saat memberikan keterangan pers mengenai keterlibatannya dalam kasus hukum yang menjerat Fandi Ramadhan. Hotman menaruh perhatian khusus pada keadilan bagi rakyat kecil yang terseret dalam jaringan narkoba internasional berskala besar.

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea saat memberikan keterangan pers mengenai keterlibatannya dalam kasus hukum yang menjerat Fandi Ramadhan. Hotman menaruh perhatian khusus pada keadilan bagi rakyat kecil yang terseret dalam jaringan narkoba internasional berskala besar.

koransakti.co.id- Dunia hukum dan hiburan kembali di kejutkan dengan langkah berani pengacara nyentrik Hotman Paris Hutapea. Oleh karena itu, ia secara resmi menyatakan akan membela Fandi Ramadhan, seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang kini tengah menghadapi tuntutan hukuman mati. Secara khusus, Fandi terseret dalam kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 2 ton yang menjadi salah satu pengungkapan terbesar di tanah air. Meskipun demikian, Hotman melihat adanya ketimpangan dalam penerapan hukum, di mana peran Fandi di duga hanyalah sebagai pekerja yang tidak mengetahui isi muatan kapal tersebut.

Hal ini menarik karena keterlibatan Hotman Paris sering kali menjadi titik balik dalam kasus-kasus hukum yang menyentuh rasa keadilan masyarakat. Oleh sebab itu, aksi “Hotman 911” ini di harapkan mampu mengungkap fakta-fakta baru di persidangan mengenai sejauh mana pengetahuan dan keterlibatan sang ABK.

Selain itu, sorotan publik kini tertuju pada perbedaan nasib antara operator lapangan dengan bandar besar di balik kepemilikan barang haram tersebut. Sebagai tambahan, tabel di bawah ini merangkum poin-poin krusial terkait pembelaan Hotman Paris dalam kasus ini.

Baca juga :   Endang Hadrian Menangani Sengketa Pertanahan Kompleks Dengan Objek Ratusan Sertifikat di PTUN Semarang

Oleh karena itu, pembelaan ini menjadi sangat krusial mengingat nyawa seseorang menjadi taruhannya di hadapan meja hijau. Dengan demikian, publik menantikan argumen hukum yang akan di bangun oleh tim pengacara guna meringankan beban tuntutan terhadap Fandi Ramadhan.

Sebagai informasi, kasus narkoba 2 ton ini telah menyita perhatian aparat penegak hukum sejak awal tahun karena jaringan distribusinya yang sangat luas. Akhirnya, kita nantikan apakah intervensi dari “Pengacara Rp30 Miliar” ini mampu memberikan keadilan yang seadil-adilnya bagi rakyat kecil yang terjepit dalam jerat hukum.


Detail Kasus dan Pembelaan Hotman Paris

Berikutnya, simak rincian fakta terkait tuntutan hukum yang di hadapi Fandi Ramadhan:

Komponen KasusInformasi Terkini
TerdakwaFandi Ramadhan (ABK)
Barang Bukti2 Ton Narkoba (Sabu)
Tuntutan JaksaHukuman Mati
Tim PembelaHotman Paris & Tim Hotman 911
Inti PembelaanABK hanya pekerja, di duga tidak tahu isi muatan (Mens Rea).
Baca juga :   Kejagung Sasar Rumah Don Ritto di Bandung, Penyidik Amankan Dokumen Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Poin Utama Argumen Hukum Hotman Paris

Selanjutnya, terdapat beberapa alasan mengapa Hotman Paris memutuskan untuk turun tangan langsung:

  1. Keadilan bagi Rakyat Kecil: Hotman menilai sering kali pekerja level bawah (ABK) dijadikan “tumbal” dalam sindikat narkoba besar.

  2. Unsur Ketidaktahuan: Fokus pembelaan akan diarahkan pada bukti bahwa Fandi hanya menjalankan tugas profesi tanpa mengetahui jenis barang yang diangkut.

  3. Tuntutan Maksimal: Hotman mempertanyakan urgensi hukuman mati bagi mereka yang bukan merupakan otak atau pengendali utama dari peredaran tersebut.

  4. Tekanan Publik: Melalui media sosial, Hotman berupaya menggalang dukungan moral agar persidangan berjalan secara transparan dan objektif.

  5. Misi Kemanusiaan: Langkah ini kembali mempertegas peran Hotman dalam memberikan bantuan hukum gratis (pro bono) bagi kasus-kasus yang dinilai tidak adil bagi masyarakat kecil.

Berita ini 36 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hukum

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Laptop Kemendikbud, Kerugian Capai Rp 1,98 Triliun

Hukum

DPP KAMPUD: Polri Harus Transparan Usut Kasus Rantis Brimob

Daerah

KPK Geledah Rumah Keluarga Bupati Sukoharjo di Solo dan Wonogiri, Diduga Jadi Tempat Sembunyikan Uang Rp 21,2 Miliar

Hukum

Mantan Direktur FBI James Comey Didakwa Berbohong kepada Kongres, Sebut Ini ‘Harga Melawan Trump’

Daerah

KAMPUD Desak Kejati Umumkan Tersangka Korupsi Dana PI PT. LEB

Daerah

Polda Sumbar Gagalkan Perdagangan 24,2 Kg Sisik Trenggiling, Bisa Jadi Bahan Sabu

Hukum

Hakim AS Perintahkan Deportasi Aktivis Pro-Palestina Mahmoud Khalil

Hukum

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook