koransakti.co.id, Jakarta- Sosok Roy Riady mendadak jadi pusat perhatian publik. Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini mengambil langkah berani dengan menuntut mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, selama 18 tahun penjara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.
Tidak hanya hukuman fisik, Roy juga melayangkan tuntutan denda sebesar Rp1 miliar serta kewajiban membayar uang pengganti yang menyentuh angka triliunan rupiah. Kasus kakap ini berakar dari proyek pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Chromebook di lingkungan pendidikan nasional.
Dalam persidangan, Roy menegaskan bahwa tim jaksa menyusun draf tuntutan tersebut secara objektif berdasarkan kekuatan alat bukti yang sah selama proses peradilan.
Rekam Jejak Karier Roy Riady: Dari Daerah hingga Komisi Anti-Rasuah
Bagi pencinta isu hukum, nama Roy Riady sebenarnya bukan orang baru. Pria yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan ini memiliki jam terbang yang sangat tinggi di lingkungan Korps Adhyaksa.
Sebelum memegang kasus Chromebook, Roy sudah malang melintang menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai daerah. Ia tercatat pernah mengemban amanah sebagai Koordinator Pidana Khusus (Pidsus) di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).
Mantan Jaksa KPK yang Kerap Pegang Kasus Kakap
Reputasi Roy Riady sebagai pemburu koruptor semakin solid berkat pengalamannya di lembaga lintas sektoral. Roy pernah bertugas sebagai Jaksa Penuntut Umum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama tujuh tahun. Selama periode tersebut, ia aktif membongkar berbagai skandal korupsi skala besar.
Nama Roy kian melambung di Sumatera Selatan saat ia sukses mengawal penuntasan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. Tak main-main, dalam perkara tersebut, ia juga ikut menyeret mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, ke meja hijau.
Kini, ketegasan jaksa asal Palembang ini kembali diuji dalam pusaran kasus korupsi Chromebook yang melibatkan mantan pejabat tinggi negara. (hari)



Rekam Jejak Karier Roy Riady: Dari Daerah hingga Komisi Anti-Rasuah











