Home / Internasional / Konflik / Militer

Kamis, 25 September 2025 - 19:45 WIB

Denmark Sebut ‘Aktor Profesional’ di Balik Serangan Drone yang Lumpuhkan Bandara

koransakti - Penulis

Bandara Aalborg di Denmark yang ditutup sementara pada Rabu malam setelah drone terlihat di atasnya. (Sumber: EPA)

Bandara Aalborg di Denmark yang ditutup sementara pada Rabu malam setelah drone terlihat di atasnya. (Sumber: EPA)

koransakti.co.id – Pemerintah Denmark menyatakan bahwa serangkaian drone yang mengganggu beberapa bandara di negara itu pada Rabu malam adalah bagian dari “operasi sistematis” yang dilakukan oleh “aktor profesional”. Meskipun demikian, pihak berwenang menegaskan belum ada bukti yang mengarah pada keterlibatan Rusia dalam insiden tersebut.

Aktivitas drone ini memaksa Bandara Aalborg untuk ditutup selama beberapa jam, sementara Bandara Billund dan tiga bandara kecil lainnya juga melaporkan gangguan serupa. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Bandara Kopenhagen juga ditutup sementara karena alasan yang sama.

Serangan Hibrida yang Mengganggu Infrastruktur

Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, dalam konferensi persnya menyebut insiden ini sebagai “serangan hibrida”. Serangan hibrida sendiri merupakan taktik yang menggabungkan metode militer dan non-militer yang dirancang khusus untuk mengganggu atau merusak infrastruktur vital suatu negara.

“Ini adalah bagian dari operasi sistematis,” ujar Poulsen, seraya menambahkan bahwa perangkat drone tersebut tampaknya diluncurkan secara lokal.

Baca juga :   Serangan Besar Rusia Hantam Kyiv, Listrik Padam di Sebagian Besar Ibu Kota

Gangguan ini berdampak nyata pada lalu lintas udara, di mana setidaknya tiga penerbangan harus dialihkan dari Aalborg. Keberadaan drone di sekitar bandara menimbulkan risiko tabrakan yang serius dengan pesawat, terutama pada fase kritis lepas landas dan pendaratan.

Tidak Ada Bukti Keterlibatan Rusia

Meskipun Eropa saat ini sedang dalam kewaspadaan tinggi terhadap potensi agresi Rusia, Poulsen menekankan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Moskow. Kedutaan Besar Rusia di Kopenhagen pun telah membantah “spekulasi absurd” tersebut dan menyebutnya sebagai “provokasi yang direkayasa” untuk meningkatkan ketegangan terkait perang di Ukraina.

Insiden ini menambah daftar panjang penampakan drone mencurigakan di beberapa negara anggota NATO, termasuk Jerman, Swedia, Polandia, dan Estonia. Meski belum terbukti, banyak pihak mencurigai ini adalah bagian dari agresi tidak langsung Rusia terhadap negara-negara yang mendukung Ukraina.

Baca juga :   AS Kirim Utusan Khusus dan Jared Kushner ke Mesir untuk Dorong Perjanjian Damai Gaza

Tindakan Keamanan dan Respons NATO

Pihak berwenang Denmark memutuskan untuk tidak menembak jatuh drone tersebut karena alasan keamanan penduduk di sekitar area bandara. Namun, Kepala Inspektur Jesper Bøjgaard Madsen menegaskan, “Jika kami mendapat kesempatan, kami akan menjatuhkan drone-drone itu.”

Menanggapi meningkatnya ancaman ini, sebuah pertemuan Uni Eropa telah dijadwalkan untuk membahas peningkatan kesiapsiagaan terhadap drone di seluruh Eropa. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, bahkan telah menyerukan pembentukan “dinding drone” untuk menanggulangi serangan dari Rusia.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, juga menegaskan bahwa aliansi tersebut akan menggunakan “semua alat militer dan non-militer yang diperlukan” untuk mempertahankan diri. “Kami adalah aliansi pertahanan, ya, tapi kami tidak naif, jadi kami melihat apa yang sedang terjadi,” ujarnya.

Berita ini 23 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Lewat Karya Bakti Pembuatan Dapur, Babinsa Salawati Ciptakan Hubungan Harmonis Dengan Masyarakat.

Internasional

WHO Rilis Panduan Baru untuk Hentikan Kematian Akibat Pendarahan Pasca-Persalinan

Hukum

Kantor Imigrasi AS di Dallas Ditembaki, Satu Tahanan Tewas dan Pelaku Bunuh Diri

Internasional

Presiden RI Menerima Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam

Internasional

Kisah Epidemiolog Filipina dan Kursus Gratis WHO yang Mengubah Wajah Kesehatan Mental

Internasional

Paus Leo XIV Soroti Etika Kecerdasan Buatan dalam Pidato Perdananya

Hiburan

Irlandia Ancam Mundur dari Eurovision 2026 Jika Israel Tetap Ikut Serta

Bencana

Wabah Kolera Global Memburuk, WHO Peringatkan Angka Kematian Melonjak Tajam