Gandum Impor dan Dolar Amerika
Koransakti.co.id- Ketergantungan Indonesia terhadap gandum impor tak terbantahkan. Pada tahun 2025, Indonesia mengimpor gandum sekitar 5,14 juta ton pada periode Januari–Juni. Gandum menjadi bahan baku utama untuk membuat mie instan, roti, kue, biskuit, dan berbagai makanan turunannya.
Dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga sekitar Rp17.600 per dolar AS, maka harga gandum impor hampir pasti akan naik. Saat ini harga pengadaan gandum di pasar internasional berkisar US$380 per ton.
Menurut data World Instant Noodles Association, konsumsi mie instan di Indonesia mencapai 14,68 miliar porsi per tahun. Mie instan memang tidak hanya membutuhkan gandum, tetapi juga berbagai komponen bahan pangan lainnya. Di perkirakan harga mie instan dapat mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat apabila tekanan biaya impor terus meningkat.
Kenaikan harga pangan, termasuk gandum, memberikan kontribusi besar terhadap inflasi yang mencapai sekitar 4,24%.
Semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, maka semakin berat pula beban yang harus di tanggung konsumen di Indonesia, terutama kelas menengah dan sebagian besar rakyat kecil.
Efek domino dari kenaikan harga BBM semakin menambah tekanan terhadap daya tahan finansial masyarakat.
Semoga “Badai Rupiah” segera berlalu.
InsyaAllah.
Penulis: 
Baca juga: Rupiah Melemah, Harga Komoditas Strategis Makin Tinggi: Derita Rakyat Makin Parah















