Home / Opini

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:46 WIB

Gandum Impor dan Dolar Amerika

koransakti - Penulis

Gandum Impor dan Dolar Amerika

Koransakti.co.id- Ketergantungan Indonesia terhadap gandum impor tak terbantahkan. Pada tahun 2025, Indonesia mengimpor gandum sekitar 5,14 juta ton pada periode Januari–Juni. Gandum menjadi bahan baku utama untuk membuat mie instan, roti, kue, biskuit, dan berbagai makanan turunannya.

Dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga sekitar Rp17.600 per dolar AS, maka harga gandum impor hampir pasti akan naik. Saat ini harga pengadaan gandum di pasar internasional berkisar US$380 per ton.

Baca juga :   Genap 76 Tahun, BTN Salurkan Kredit Perumahan ke 5,97 Juta Unit Keluarga Indonesia

Menurut data World Instant Noodles Association, konsumsi mie instan di Indonesia mencapai 14,68 miliar porsi per tahun. Mie instan memang tidak hanya membutuhkan gandum, tetapi juga berbagai komponen bahan pangan lainnya. Di perkirakan harga mie instan dapat mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat apabila tekanan biaya impor terus meningkat.

Kenaikan harga pangan, termasuk gandum, memberikan kontribusi besar terhadap inflasi yang mencapai sekitar 4,24%.

Baca juga :   Waspada! Inflasi April 2026 Diprediksi Melonjak Akibat Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi dan Harga Pangan

Semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, maka semakin berat pula beban yang harus di tanggung konsumen di Indonesia, terutama kelas menengah dan sebagian besar rakyat kecil.

Efek domino dari kenaikan harga BBM semakin menambah tekanan terhadap daya tahan finansial masyarakat.

Semoga “Badai Rupiah” segera berlalu.
InsyaAllah.

Penulis:

Baca juga: Rupiah Melemah, Harga Komoditas Strategis Makin Tinggi: Derita Rakyat Makin Parah

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jakarta

Sebuah Opini ‘The Art of Dreaming’

Opini

Untung Ada Prof. Dasco

Opini

Antara MASDUKI dan DUMISAKE

Opini

Waspada Kebakaran Hutan

Opini

Bung Karno Nonblok, Prabowo Go To The Block

Opini

Pengamat Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih Puji Komunikasi Politik Sufmi Dasco

Opini

Kenaikan Drastis PAD Pekanbaru
Ahmad Heryawan dan Gaya Kepemimpinan Hemat yang Masih Dikenang di Jawa Barat

Opini

Ahmad Heryawan dan Gaya Kepemimpinan Hemat yang Masih Dikenang di Jawa Barat