Home / Fakta Unik

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Rahasia Alam: Bagaimana Pohon Tetap Bertahan di Tengah Kemarau Panjang?

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Musim kemarau ekstrem sering kali menjadi ujian terberat bagi alam, terutama pepohonan. Ketika hujan tak kunjung menyapa dan tanah mulai pecah-pecah, kita mungkin bertanya-tanya: mengapa banyak pohon tetap berdiri kokoh dan tak mati?

Jawabannya bukan karena mereka kebal terhadap kekeringan. Selama jutaan tahun, pohon telah mengembangkan taktik bertahan hidup yang sangat cerdas. Berikut adalah beberapa rahasia hebat di balik ketangguhan mereka:

1. Menggugurkan Daun untuk Menghemat Air

Pernahkah Anda melihat pohon yang mendadak gundul saat kemarau? Jangan buru-buru menganggapnya mati. Pohon sengaja menggugurkan daun-daunnya—sebuah proses yang disebut meranggas—untuk menekan penguapan air (transpirasi).

Selain membuang daun, pohon juga menghentikan pertumbuhan tunas baru dan mengorbankan ranting-ranting kecil. Langkah drastis ini menyerupai strategi keuangan manusia: memotong pengeluaran saat pendapatan air sedang merosot tajam.

2. Memperluas Jelajah Akar ke Dalam Tanah

Ketika permukaan tanah sudah mengering total, lapisan tanah bagian dalam biasanya masih menyimpan sisa-sisa kelembapan. Di sinilah akar memainkan peran krusial. Pohon akan mendorong akarnya menembus lebih dalam atau menyebar lebih luas demi menggapai cadangan air bawah tanah tersebut.

Bukan cuma sebagai penyerap, sistem perakaran juga bertindak sebagai “radar”. Saat mendeteksi penurunan kadar air, akar langsung mengirimkan sinyal biokimia ke seluruh bagian pohon agar segera mengaktifkan mode hemat air.

Baca juga :   Pojok Sains: Hutan Ternyata Punya "Internet" Bawah Tanah! Mengungkap Cara Pohon Berbicara dan Saling Menolong

3. Mengamankan Aliran Air di Dalam Batang

Pohon mengangkut air dari akar menuju daun melalui pembuluh khusus bernama xilem. Saat kemarau panjang, tekanan ekstrem dapat memicu terbentuknya gelembung udara di dalam pembuluh—fenomena ini disebut embolisme, yang mirip seperti penyumbatan pembuluh darah.

Untuk mengatasinya, jenis pohon yang tangguh memiliki struktur xilem ekstra kuat sehingga tak mudah tersumbat. Bahkan, beberapa spesies sanggup memulihkan dan memperbaiki pembuluh yang sempat terganggu begitu hujan kembali turun.

Baca juga :   Pojok Sains: Mengungkap "Petrichor", Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan

4. Membuka “Tabungan” Cadangan Energi

Ketika kekeringan memaksa daun menutup celah stomata, proses fotosintesis otomatis melambat. Untuk menyambung hidup, pohon mulai mencairkan “tabungan” energi berupa gula dan pati yang sebelumnya mereka simpan di dalam batang dan akar.

Cadangan energi inilah yang menjaga organ-organ vital pohon tetap berfungsi selama krisis. Lebih dari itu, simpanan nutrisi ini menjadi modal utama bagi pohon untuk menumbuhkan daun-daun baru dan memulihkan diri saat musim hujan akhirnya tiba.

Adaptasi luar biasa ini membuktikan betapa tangguhnya strategi bertahan hidup yang dimiliki oleh alam.

Baca juga:Mengapa Hutan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!

Menguak 7 Rahasia Elang Hitam, Penguasa Langit Hutan Indonesia

Berita ini 34 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi "Nyegrak" Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Fakta Unik

Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi “Nyegrak” Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya
Kenapa Teflon Anti Lengket? Kenalan dengan PTFE (C2F4), Zat Paling "Introvert" yang Menolak Berteman!

Artikel

Kenapa Teflon Anti Lengket? Kenalan dengan PTFE (C2F4), Zat Paling “Introvert” yang Menolak Berteman!

Edukasi

Rahasia Burung Bisa Melayang Tinggi Tanpa Capek Kepakkan Sayap

Fakta Unik

Menguak 7 Rahasia Elang Hitam, Penguasa Langit Hutan Indonesia
Pojok Sains: Kenapa Kita Mabuk Perjalanan Saat Main HP di Mobil? (Konflik Mata vs Telinga)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Mabuk Perjalanan Saat Main HP di Mobil? (Konflik Mata vs Telinga)

Fakta Unik

Mengenal Semut Bulldog, Serangga Agresif Australia yang Gigitannya Mematikan
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun
Pojok Sains: Kenapa Cabai Bikin Mulut Terasa 'Terbakar'? Ternyata Pedas Bukanlah Rasa!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Cabai Bikin Mulut Terasa ‘Terbakar’? Ternyata Pedas Bukanlah Rasa!