Merosotnya Industri Mobil Jerman : Terlambat switch ke mobil listrik?
Koransakti.co.id- Ungkapan setiap Era ada orangnya dan setiap orang ada Eranya juga berlaku di industri otomotif dunia. Kalau dulu mobil Jerman mendunia dengan merek VW, BMW, dan Mercedes Benz, kini secara pasti di kalahkan oleh industri mobil China.
Fakta ini bukan hanya kita saksikan di sepanjang jalan raya di Indonesia, tetapi juga beberapa Negara Eropa, Amerika dan Afrika.
Pada semester pertama tahun 2026 China memproduksi 7.446 juta unit mobil dan 5.096 juta unit di antaranya di ekspor ke pasar global. Sedangkan Jerman hanya memproduksi 1.5 juta unit mobil.
Mengapa Jerman kalah saing dengan China?
Pertama, terlambat melakukan transisi ke mobil listrik, yang menjadi trend secara global.
Kedua, tingginya biaya energi di Jerman karena berakhirnya era gas murah dari Rusia, menyebabkan industri besar dan UMKM pemasok tidak mampu bersaing.
Ketiga, permintaan Global menurun drastis
Keempat, perkembangan ekonomi yang relatif stagnan
Kelima, biaya hidup relatif tinggi.
Kebijakan Industri yang terlambat melakukan switch sesuai trend pasar Global dan kebijakan luar negeri pemerintah terhadap negara yang selama ini “Menyumbang” Gas dan energi murah berpengaruh terhadap industri dan ekonomi dalam negeri.
Kita harus memetik pelajaran dari apa yang terjadi di industri otomotif Jerman.
Sehingga kita terhindar dari kebijakan strategis yang tidak relevan dengan kepentingan nasional. Insya Allah
Penulis: 















