Home / Sosial

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:42 WIB

“Angin Segar! 470 Ribu Warga Baru Masuk Daftar Penerima Bansos Triwulan II 2026, Cek Data Anda!”

koransakti - Penulis

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

koransakti.co.id- Pemerintah secara resmi memulai penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk periode triwulan kedua tahun 2026. Menariknya, dalam periode ini, sebanyak 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru telah terdaftar dan siap menerima kucuran bantuan pengentasan kemiskinan.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengungkapkan bahwa kemunculan ratusan ribu penerima baru ini merupakan hasil langsung dari pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebelumnya, para penerima tersebut belum tersentuh bantuan pada triwulan pertama tahun ini.


Pemutakhiran Data Melalui Integrasi SIKS-NG

Perubahan daftar penerima manfaat merupakan hal yang tidak terelakkan karena kondisi ekonomi masyarakat di lapangan bersifat sangat dinamis. Oleh sebab itu, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat sistem pendataan hingga ke level akar rumput.

Baca juga :   Kemenko Polkam Perkuat Digitalisasi Perlinsos Berbasis Data Kependudukan Nasional

Saat ini, pemerintah telah mengerahkan lebih dari 70 ribu operator data desa yang terkoneksi langsung melalui aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation). Melalui sistem ini, proses aktivasi, reaktivasi, maupun pembaruan data masyarakat dapat berjalan jauh lebih cepat dan transparan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Target Kemandirian Ekonomi dan Graduasi Kemiskinan

Selain fokus pada distribusi, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada efektivitas bantuan. Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa akurasi DTSEN sangat krusial agar program pemberdayaan tepat sasaran.

Sejalan dengan amanat Inpres Nomor 8 Tahun 2025, pemerintah mendorong percepatan proses graduasi. Artinya, penerima bantuan diharapkan tidak hanya bergantung pada subsidi, melainkan mampu “naik kelas” dan mencapai kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Baca juga :   "Lapangan Banteng" Top Ekonomi Tumbuh 5,61% : Gubernur BI Keteteran Rupiah Nyungsep Rp 17.400.

Standar Garis Kemiskinan Rumah Tangga Nasional

Di sisi lain, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan hasil rekonsiliasi data yang kini telah mencakup 289 juta individu. BPS menekankan pentingnya melihat garis kemiskinan dari kacamata rumah tangga, bukan sekadar angka per kapita.

Berdasarkan data terbaru, rata-rata garis kemiskinan rumah tangga secara nasional kini berada pada angka Rp 3,05 juta per bulan. Namun, angka ini bersifat fleksibel karena mengikuti standar biaya hidup dan kebijakan di masing-masing provinsi yang berbeda.

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

Puluhan Ribu Orang Akan Hadiri Memorial Charlie Kirk dengan Pengamanan Super Ketat

Internasional

Di Hadapan Puluhan Ribu Pelayat, Trump Sebut Charlie Kirk ‘Pahlawan Amerika’

Internasional

Data Baru WHO: Lebih dari 1 Miliar Orang di Dunia Hidup dengan Gangguan Mental

Daerah

Jaga Ketahanan Pangan, Polda Lampung Salurkan 413 Ribu Kilogram Beras untuk Masyarakat

Ekonomi

Pemerintah Salurkan 360 Ribu Ton Bantuan Beras Hingga Akhir Juli 2025

Internasional

Ditahan 8 Bulan, Pasangan Lansia Inggris Dibebaskan Taliban dan Bertemu Kembali dengan Keluarga

Sosial

Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair Lebih Cepat April 2026, Ini Jadwalnya

Jakarta

Bawa Sapu Simbol ‘Bersihkan Kotoran Negara’, Ratusan Perempuan Gelar Aksi di Depan DPR