Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan kontroversial soal konflik di Gaza. Dalam wawancara terbarunya, Trump menyebut kelompok Hamas “tidak ingin berdamai” dan menyalahkan mereka atas kebuntuan dalam negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Palestina.
Komentar ini muncul tak lama setelah pemerintah AS dan Israel secara resmi keluar dari meja perundingan yang dimediasi Mesir dan Qatar. Trump, yang kini menjadi kandidat kuat dari Partai Republik untuk Pilpres AS 2024, menyindir bahwa proses damai tersebut “gagal total” karena tidak ada kemauan dari pihak Hamas.
“Mereka (Hamas) tidak pernah ingin perdamaian. Mereka cuma ingin waktu untuk memperkuat diri dan menyerang kembali,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan.
🇺🇸 Posisi Pemerintah AS Kini Berubah?
Keluarnya AS dari proses negosiasi ini dianggap sebagai sinyal bahwa Pemerintahan Joe Biden mulai kehilangan kepercayaan terhadap keberhasilan gencatan senjata. Namun belum ada pernyataan resmi apakah ini akan berpengaruh terhadap bantuan militer AS ke Israel atau sikap mereka dalam Dewan Keamanan PBB.
Sementara itu, pihak Hamas menyebut AS dan Israel tidak serius mencari solusi damai, dan justru terus melancarkan serangan yang menargetkan warga sipil di Gaza. Ketegangan di wilayah tersebut meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan korban jiwa terus bertambah.
🔥 Dampaknya di Lapangan
Organisasi kemanusiaan internasional menyebut situasi di Gaza saat ini makin buruk. Akses bantuan medis dan pangan masih terbatas, sementara serangan udara terus terjadi.
Keputusan AS dan Israel meninggalkan negosiasi dikhawatirkan bakal memperpanjang konflik dan menambah penderitaan warga sipil. Banyak pihak menyerukan agar dialog damai tidak sepenuhnya ditutup.















