Koransakti.co.id, Jakarta- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa kasus campak di Indonesia mulai menunjukkan tren penurunan dalam sepekan terakhir.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan pada pekan kesembilan tahun 2026 jumlah kasus campak baru tercatat 231 kasus, menurun di bandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 511 kasus.
“Sudah menurun di minggu terakhir, minggu kesembilan 231 kasus, artinya sudah menurun,” kata Andi saat di Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan data Kemenkes, hingga pekan kesembilan terdapat 10.829 kasus suspek campak dan 8.716 kasus terkonfirmasi di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, tercatat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang tersebar di 29 kabupaten/kota di 11 provinsi.
Imunisasi Di percepat di Daerah Terdampak
Andi menjelaskan penurunan kasus campak tersebut terjadi setelah pemerintah mempercepat program imunisasi di daerah yang mengalami KLB.
Kemenkes melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi respons wabah di seluruh kabupaten dan kota yang mengalami peningkatan kasus.
Sementara itu, di daerah yang tidak mengalami KLB namun terjadi peningkatan kasus, pemerintah tetap melakukan program kejar imunisasi (catch up campaign) untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.
Upaya percepatan imunisasi ini di harapkan dapat menekan penyebaran campak, terutama menjelang periode mobilitas masyarakat yang tinggi seperti libur Lebaran.**
Baca juga: Wamentan Sudaryono : Pusvetma Harus Jadi Motor Produksi Vaksin Nasional















