Koransakti.co.id- Luas hutan Indonesia sekarang sekitar 101,1 juta hektar. Pada musim kemarau tahun 2025 tidak kurang 213.985 hektar hutan terbakar. Macam-macam penyebabnya. Mulai dari puntung rokok, api unggun sampai land clearing dengan cara membakar.
Dulu sebenarnya nenek moyang kita juga membakar hutan secara “alamiah” sekedar untuk perladangan. Tapi sekarang land clearing secara besar-besaran untuk perkebunan skala besar bisa menjadi penyebab utama kebakaran hutan.
Kebakaran hutan akan menyebabkan gangguan: kesehatan (ISPA), ekologis, transportasi dan hilangnya habitat flora dan fauna.
Untuk mengantisipasi kebakaran hutan di perlukan:
Pertama, deteksi dini hot spot.
Kedua, edukasi masyarakat di sekitar hutan.
Ketiga, menghindari pengelolaan lahan dengan membakar secara besar-besaran.
Keempat, perlu di bentuk task force lintas sektoral untuk menanggulangi kebakaran hutan.
Kelima, harus tersedia dana kontingensi penanggulangan kebakaran hutan.
Semoga kita terhindar dari bahaya kebakaran hutan.
Insyaallah
Penulis :
Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR, (Prof RDM), Analis Kebijakan Keuangan, Pangan, dan Health Economic, Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior.
Baca juga: Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan Nasional
Mengenal Taman Nasional Kerinci Seblat, Jantung Hutan Hujan Sumatera



Untuk mengantisipasi kebakaran hutan di perlukan:











