Home / Opini

Selasa, 21 April 2026 - 07:21 WIB

Waspada Kebakaran Hutan

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Luas hutan Indonesia sekarang sekitar 101,1 juta hektar. Pada musim kemarau tahun 2025 tidak kurang 213.985 hektar hutan terbakar. Macam-macam penyebabnya. Mulai dari puntung rokok, api unggun sampai land clearing dengan cara membakar.

Dulu sebenarnya nenek moyang kita juga membakar hutan secara “alamiah” sekedar untuk perladangan. Tapi sekarang land clearing secara besar-besaran untuk perkebunan skala besar bisa menjadi penyebab utama kebakaran hutan.

Baca juga: Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

Baca juga :   Presiden Donald Trump Top: Politisi Ulung dan Saudagar Handal

Kebakaran hutan akan menyebabkan gangguan: kesehatan (ISPA), ekologis, transportasi dan hilangnya habitat flora dan fauna.

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan di perlukan:

Pertama, deteksi dini hot spot.

Kedua, edukasi masyarakat di sekitar hutan.

Ketiga, menghindari pengelolaan lahan dengan membakar secara besar-besaran.

Keempat, perlu di bentuk task force lintas sektoral untuk menanggulangi kebakaran hutan.

Kelima, harus tersedia dana kontingensi penanggulangan kebakaran hutan.

Semoga kita terhindar dari bahaya kebakaran hutan.

Insyaallah

Baca juga :   Musibah bisa Datang kepada Siapapun: Sabar dan Rasional

Penulis :

Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR, (Prof RDM), Analis Kebijakan Keuangan, Pangan, dan Health Economic, Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior.

Baca juga: Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan Nasional

Pojok Sains: Hutan Ternyata Punya “Internet” Bawah Tanah! Mengungkap Cara Pohon Berbicara dan Saling Menolong

Mengenal Taman Nasional Kerinci Seblat, Jantung Hutan Hujan Sumatera

Berita ini 28 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Merosotnya Industri Mobil Jerman : Terlambat switch ke mobil listrik?

Opini

Makkah Terancam Drone Houthi? Mengapa Negara Islam Diam?

Opini

Keracunan MBG Terjadi Lagi: Hadapi dengan Rasional dan Solusi

Opini

Duka dan Prihatin Kita Terhadap Korban Gempa di NTT dan Simalungun

Opini

Menaikkan Gaji atau Tunjangan Kepala Daerah: Mana yang lebih pas?

Opini

Nasib Petani Tebu Tidak Semanis Madu: Berbeda dengan Petani Gabah

Keuangan

“Lapangan Banteng” Top Ekonomi Tumbuh 5,61% : Gubernur BI Keteteran Rupiah Nyungsep Rp 17.400.

Opini

Tanjung Verde: Fenomenal Mengguncang Piala Dunia