Home / Opini

Senin, 14 September 2026 - 21:01 WIB

Purbaya Pergi: Suahasil Nazara sebagai Pengganti

koransakti - Penulis

Purbaya Pergi: Suahasil Nazara sebagai Pengganti

Koransakti.co.id, Jakarta- Mengganti menteri adalah full kewenangan Presiden. Demikian juga mengangkat menteri yang baru.

Terkait Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan selama kurang lebih satu tahun, banyak catatan yang di tinggalkan. Purbaya menjadi satu-satunya Menteri Keuangan yang berani membuka mata bangsa bahwa bertahun-tahun negara di rugikan praktik under invoicing dan under pricing: Rp15.000 triliun lebih. Satu demi satu pelakunya mulai terungkap. Dari sinilah timbul inisiatif DSI yang di sempurnakan: itu jasa Purbaya.

Komunikasinya yang “sangat cair dan terbuka” merupakan respons terhadap beratnya beban fiskal di tengah gejolak ekonomi global. Purbaya juga tidak punya beban masa lalu. Namun, gaya tersebut tentu tidak membuat semua orang nyaman. Boleh jadi, ini salah satu penyebab Purbaya meninggalkan “Lapangan Banteng”.

Dari sudut politik anggaran, ada tiga hal yang mendorong posisi Menteri Keuangan berpindah ke Suahasil Nazara.

Baca juga :   Berhemat Lewat WFH

Pertama, Purbaya terkesan mulai “menyentuh” Program Strategis MBG. Langkahnya terkait tepat guna dan tepat sasaran sesuai masukan masyarakat, apalagi memang terjadi fraud dalam pengelolaan MBG.

Kedua, Purbaya gigih menuntut Danantara menyetor sekitar Rp120 triliun ke kas negara. Sebelumnya petinggi Danantara menyatakan laba Rp330 triliun, meski Laporan Hasil Audit Laporan Keuangan Danantara belum release. UU No. 16 Tahun 2025 tentang BUMN mengutamakan laba untuk akumulasi modal jangka panjang dan mitigasi risiko investasi. Namun, substansi Pasal 3 H tidak serta-merta menafikan Danantara menyetor ke kas negara.

Baca juga :   Ada Apa Perbankan Kita, 15 Bank Tumbang: Nasib Nasabah Bagaimana?

Ketiga, terkait utang Whoosh. Dahulu di sampaikan “Ini B to B: tidak akan menjadi beban APBN”. Kini Danantara sebagai “induk” seluruh BUMN yang terlibat membangun Whoosh menyerahkan penyelesaian utang kepada Kementerian Keuangan melalui skema tertentu, yang pada ujungnya akan “mempengaruhi” potensi APBN.

Kalau mau di tambah, secara politik petinggi Danantara mempunyai kedekatan khusus dengan Istana. Dan keluar sebagai factional victory terkait beberapa current issues yang muncul ke permukaan.

Semoga semua kebijakan yang di ambil terbaik untuk seluruh bangsa Indonesia. InsyaAllah.

Penulis:

Berita ini 20 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Mata Uang Rupiah Sakit: Siapa yang Paling Bertanggung Jawab?

Opini

Antara MASDUKI dan DUMISAKE
Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tinggi : Tidak Berkorelasi dengan Indeks Pembangunan Manusia

Opini

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tinggi : Tidak Berkorelasi dengan Indeks Pembangunan Manusia
Kesehatan Perkotaan Tumbuh Hampir 8 % : Tidak berhubungan dengan Kesehatan Rakyat Kecil

Opini

Kesehatan Perkotaan Tumbuh Hampir 8 % : Tidak berhubungan dengan Kesehatan Rakyat Kecil

Opini

Merdeka Sudah Lama, Sejahteranya Kapan?
Hari Perempuan Internasional 2026: Merayakan Resiliensi dan Kepemimpinan di Era Digital

Gaya Hidup

Hari Perempuan Internasional 2026: Merayakan Resiliensi dan Kepemimpinan di Era Digital

Opini

Nasib Petani Tebu Tidak Semanis Madu: Berbeda dengan Petani Gabah

Opini

Meningkatkan Kunjungan Wisata melalui Event GP Mandalika