Duka dan Prihatin Kita Terhadap Korban Gempa di NTT dan Simalungun
Koransakti.co.id- Secara beruntun terjadi Gempa di NTT dan Simalungun Sumatra Utara pada tanggal 15 Agustus 2026.
Gempa di NTT berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi pada pukul 5,58 WITA sedangkan Gempa Simalungun pada hari yang sama pada jam 17.54 WIB dengan magnitudo 6,4. Di NTT di laporkan 55 orang meninggal dan banyak rumah dan gedung rusak.
Kita mengikuti update dari lembaga yang berwenang semoga tidak ada peningkatan jumlah korban.
Upaya penanggulangan yang cepat dan masif oleh BNPB, TNI, POLRI, Pemerintah Daerah dan PMI sangat kita hargai dan sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak.
Sebagai negara yang secara geografis berada di kawasan Ring of Fire kita sebagai Bangsa memang harus siap menghadapi bencana baik tektonik maupun vulkanik.
Kita mengingatkan kembali pentingnya :
Pertama, menyiapkan masyarakat supaya waspada dan tidak gamang menghadapi bahaya gempa, tahu dan sadar apa yang harus di lakukan: evakuasi dan menyelamatkan diri.
Ini harus di lakukan secara periodik melalui edukasi dan gladi. Kita memang harus belajar dengan pengalaman Jepang. Pada saat gempa Pantai Timur Jepang 20 April 2026 magnitudo 7,2. Tidak Ada Korban Tewas sama sekali, sedangkan saat gempa Venezuela 24 Juni 2026 dengan magnitudo yg relatif sama jumlah korban tewas 6.300 orang. Ini di sebabkan faktor kesiapan masyarakat Jepang menghadapi bencana gempa.
Kedua, penerapan standar bangunan tahan gempa secara ketat di semua wilayah berdasarkan rekomendasi Lembaga Mitigasi Bencana Gempa di Perguruan Tinggi ITB dll dan Kementerian Teknis.
Ketiga, alokasikan anggaran Kontinjensi Bencana kepada daerah supaya dapat segera bertindak sambil menunggu koordinasi dengan instansi pusat. Dan dana tersebut tidak boleh di gunakan untuk kepentingan lain. Bila tidak terpakai kembali ke Sistem Keuangan Negara.
Penulis:
Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang: Pemadaman Listrik Massal dan Imbauan Darurat KBRI untuk WNI















