Home / Sains

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:35 WIB

Mata Biru Ternyata Tanpa Pigmen Biru, Ini Fakta Ilmiah yang Jarang Diketahui

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Mata biru kerap di anggap sebagai salah satu warna mata paling menarik di dunia.

Banyak orang mengira warna tersebut berasal dari pigmen biru yang ada di dalam mata.

Namun, fakta ilmiah justru mengungkap hal yang mengejutkan: mata biru sebenarnya tidak memiliki pigmen biru sama sekali.

Secara ilmiah, warna mata di tentukan oleh jumlah melanin yang terdapat pada iris.

Baca juga: Pesona Bunga Matahari: Dari Simbol Heliotropisme Hingga Pembersih Limbah Nuklir

Melanin adalah pigmen alami yang juga menentukan warna kulit dan rambut manusia. Semakin tinggi kadar melanin, maka warna mata cenderung lebih gelap seperti cokelat atau hitam. Sebaliknya, mata biru memiliki kadar melanin yang sangat rendah.

Lalu, jika tidak ada pigmen biru, mengapa mata bisa tampak biru?

Jawabannya terletak pada fenomena optik yang di kenal sebagai hamburan Rayleigh. Ini adalah proses di mana cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti warna biru lebih mudah tersebar di bandingkan warna lainnya saat melewati medium tertentu.

Fenomena yang sama juga terjadi pada langit, yang tampak biru di siang hari. Ketika cahaya matahari memasuki atmosfer, warna biru lebih banyak tersebar ke segala arah, sehingga mata manusia menangkap warna tersebut lebih dominan.

Baca juga :   Lebih dari Sekadar "Asap Pelarian": 7 Fakta Unik Fungsi Tinta Cumi-Cumi

Hal serupa terjadi pada mata biru. Saat cahaya masuk ke dalam iris yang memiliki sedikit melanin, cahaya tersebut tidak sepenuhnya di serap. Sebaliknya, cahaya di pantulkan dan tersebar. Karena warna biru memiliki panjang gelombang yang lebih pendek, warna ini menjadi yang paling dominan terlihat oleh mata.

Dengan kata lain, warna biru pada mata bukanlah warna asli dari pigmen, melainkan hasil dari interaksi cahaya dengan struktur iris.

Inilah yang membuat mata biru sering di sebut sebagai “ilusi optik biologis”.

Menariknya, warna mata biru juga bisa terlihat sedikit berbeda tergantung kondisi pencahayaan.

Dalam cahaya terang, mata bisa tampak lebih cerah, sementara dalam kondisi redup bisa terlihat lebih abu-abu.

Hal ini semakin menegaskan bahwa warna tersebut bukan berasal dari pigmen tetap.

Selain aspek optik, warna mata biru juga memiliki latar belakang genetik yang unik. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang bermata biru memiliki nenek moyang yang sama, yang mengalami mutasi gen ribuan tahun lalu.

Mutasi ini memengaruhi produksi melanin pada iris, sehingga menghasilkan warna mata yang lebih terang.

Studi dalam bidang genetika manusia mengungkap bahwa perubahan kecil pada gen dapat berdampak besar terhadap penampilan fisik seseorang, termasuk warna mata.

Warna mata sendiri tidak hanya di tentukan oleh satu gen, melainkan kombinasi dari beberapa gen yang bekerja bersama.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Mengiris Bawang Bikin Mata Perih & Menangis? (Ada Senjata Kimianya!)

Inilah yang membuat variasi warna mata pada manusia sangat beragam, mulai dari cokelat, hitam, hazel, hijau, hingga biru.

Meski terlihat unik, mata biru sebenarnya lebih sensitif terhadap cahaya di bandingkan mata berwarna gelap.

Hal ini di sebabkan oleh rendahnya melanin yang berfungsi melindungi mata dari paparan cahaya berlebih. Karena itu, orang dengan mata biru sering kali lebih mudah silau saat berada di bawah sinar matahari yang terang.

Secara keseluruhan, fakta bahwa mata biru tidak memiliki pigmen biru menjadi bukti betapa kompleks dan menakjubkannya tubuh manusia.

Apa yang terlihat sederhana ternyata melibatkan proses ilmiah yang rumit, mulai dari interaksi cahaya hingga faktor genetika.

Dengan memahami hal ini, kita bisa melihat bahwa warna mata bukan sekadar faktor estetika, tetapi juga hasil dari fenomena ilmiah yang luar biasa. (asep)

Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Kita Mabuk Perjalanan Saat Main HP di Mobil? (Konflik Mata vs Telinga)

Pojok Sains: Kenapa Muncul ‘Bintang’ & Cahaya Warna-Warni Saat Mata Ditekan? (Phosphenes)

Berita ini 40 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Fenomena Pareidolia, Kenapa Kita Sering Melihat 'Wajah' di Benda Mati?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Pareidolia, Kenapa Kita Sering Melihat ‘Wajah’ di Benda Mati?
Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek "Warm Glow" di Otak Anda

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek “Warm Glow” di Otak Anda
Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal "Anomali Air" yang Menyelamatkan Bumi

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal “Anomali Air” yang Menyelamatkan Bumi

Bilogi

Misteri di Balik Keindahan “Miss Willmott’s Ghost”, Si Hantu Perak yang Menawan

Internasional

Update COVID-19 Global: Kasus Turun, tapi Angka Rawat Inap dan Varian XFG Meningkat
Pojok Sains: Kenapa Suara Kita Terdengar 'Aneh' & Beda Saat Direkam? (Ini Alasannya)

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Suara Kita Terdengar ‘Aneh’ & Beda Saat Direkam? (Ini Alasannya)
Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak "Negativity Bias"! Ini Cara Meretasnya

Fakta Unik

Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak “Negativity Bias”! Ini Cara Meretasnya
Mengenal Sosok R.A. Kartini: Sejarah Singkat, Pemikiran Revolusioner, dan Fakta Unik yang Mendunia

Edukasi

Mengenal Sosok R.A. Kartini: Sejarah Singkat, Pemikiran Revolusioner, dan Fakta Unik yang Mendunia