Koransakti.co.id- Sebagian judul ini merujuk pada pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam acara “Meet the Press” NBC News, 5 Juni 2026. Trump menilai pemimpin Iran sebagai sosok “kuat dan memiliki harga diri tinggi”.
Iran berpenduduk 93 juta jiwa dengan cadangan minyak mentah 209 miliar barel, terbesar ketiga di dunia. Selat Hormuz sepanjang 167 km di pesisir selatan Iran, dengan titik krusial sekitar 33 km, menjadi jalur vital energi global.
Iran (Persia) telah eksis lebih dari 2500 tahun. Dalam sejarah Islam dan ilmu pengetahuan, banyak tokoh besar berasal dari Persia/Iran, seperti Salman Al Farisi, Imam Al-Ghazali, Ibnu Sina (Avicenna), Al-Khawarizmi (pelopor aljabar dan algoritma), serta Omar Khayyam (astronom dan matematikawan).
Saat ini Iran juga memiliki SDM kuat. Rata-rata IQ 106, di atas Inggris (100) dan jauh di atas Kuwait (92). Angka harapan hidup sekitar 78 tahun, setara Amerika Serikat.
Pemerintahan Iran di isi tokoh berpendidikan tinggi: Pemimpin Tertinggi Sayyed Mojtaba Khamenei (Hawza Qom), Presiden Massoud Pezeshkian (dokter bedah jantung), Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibat (doktor geopolitik), Menlu Abbas Araghchi (PhD University of Kent, Inggris), serta Komandan IRGC Ahmad Vahidi (doktor dan magister teknik).
Saat mengikuti konferensi internasional tentang oil gas di Milad Tower International Conference Centre Teheran beberapa waktu lalu saya heran menyaksikan pendamping kami seorang sarjana pemula: begitu berani mendebat pembicara senior dari Eropa.
Dalam hati saya: orang Iran memang bernyali. Anggota delegasi saya berkata secara guyon “Semua Ayatullah, profesor, dan doktor di Iran suka makan “Motabbag” Sejenis Martabak Telor di Indonesia, tapi mereka tidak pernah menjadi pemilik toko martabak “Sambil terbahak-bahak. Entah apa yang di satirkan oleh anggota delegasi tersebut.
Data, dan fakta tentang Iran seolah membuat Presiden Trump bertemu lawan yang tak di nyana sebelumnya. Alot di medan perang dan alot juga di meja negosiasi.
Iran sulit di taklukkan karena ketahanan nasional kuat serta dukungan rakyat kepada pemimpin yang cerdas, sederhana, dan bertawakal kepada Allah.
Semoga negosiasi AS–Iran berhasil dan konflik segera berakhir. Insya Allah.
Penulis: 
Baca juga: Minyak Iran dan Selat Hormuz














